Orang bersenjata ditembak polisi Paris saat peringatan Charlie Hebdo

Sumber gambar, AFP
Polisi Prancis menembak mati seorang pria yang diduga mencoba menyerang sebuah kantor polisi, saat peringatan satu tahun serangan Charlie Hebdo.
Polisi mendatangkan ahli peledak sesudah dari balik baju terduga terlihat kabel.
Beberapa saat sebelum penembakan itu, Presiden Prancis Francois Hollande memuji polisi dalam pidato peringatan penyerangan Paris.
Sekelompok orang bersenjata membunuh 17 orang dalam serangkaian serangan termasuk di kantor majalah Charlie Hebdo dan sebuah supermarket Yahudi.
Dalam pidatonya, Hollande mengatakan 5 ribu polisi dan inspektur tambahan akan ditambahkan ke dalam pasukan yang sudah ada di tahun 2017, dalam sebuah upaya memperkuat keamanan Prancis.

Sumber gambar, epa
Selain itu, sekitar 2 ribu pekerjaan baru akan dibuka untuk badan intelejen.
Sesaat sesudah pidato, di markas kepolisian di Paris, terdengar kabar penembakan di Distrik 18 di Paris utara.
Pihak berwenang Prancis mengatakan pria itu berteriak "Allahu Akbar" di luar kantor polisi di Goutte d'Or, dekat Montmartre, dimana ia ditembak mati polisi.
Banyak laporan mengatakan ia menghunus pisau, namun tak ada konfirmasi bahwa pria ini memakai sabuk bom bunuh diri.
Polisi lalu menggunakan robot penjinak bom untuk memeriksa tubuh pria tersebut.









