Rencana tes narkoba untuk calon mahasiswa Filipina

Rodrigo Duterte

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sekitar 2.000 pengguna dan pengedar narkoba tewas ditembak Presiden Duterte berkuasa.

Pemerintah Filipina mempertimbangkan rencana untuk memberikan tes narkoba kepada semua calon mahasiswa perguruan tinggi, sebelum mereka boleh memulai kuliah tahun depan.

Pejabat senior pendidikan tinggi, Julito Vitriolo, mengatakan usulan tersebut tercetus karena keinginan untuk membuat seluruh kampus di Filipina bebas narkoba.

Jika mahasiswa-mahasiswa baru terbukti positif menggunakan narkoba, maka mereka perlu menjalani proses rehabilitasi sebelum memulai studi.

  • <link type="page"><caption> Perang narkoba di Filipina: Perempuan yang membunuh para pengedar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160826_majalah_filipina_narkoba" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Perang narkoba di Filipina, lebih dari 1.900 orang tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160823_dunia_filipina_narkoba" platform="highweb"/></link>
Mahasiswa-mahasiswa

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Usulan tes narkoba dapat berdampak pada jutaan kaum muda di Filipina.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terpilih awal tahun ini dengan janji untuk menghapus perdagangan narkoba ilegal. Sekitar 2.000 pengguna dan pengedar narkoba telah tewas dalam pembunuhan tanpa pross hukum sejak Duterte berkuasa Mei tahun ini.

Usulan tes narkoba ini dapat berdampak pada jutaan kaum muda Filipina.

Tes narkoba secara acak sudah dilakukan di sekolah-sekolah menengah di berbagai wilayah di Filipina. Pemerintah juga mempertimbangkan rencana untuk memberlakukan tes narkoba wajib di sekolah-sekolah menengah.