Tahanan Palestina meninggal di penjara karena dipukuli

Sumber gambar, AFP
Otorita Palestina (PA) menyatakan telah melakukan penyelidikan kasus pemukulan seorang pria hingga meninggal di dalam sebuah penjara di Kota Nablus, Tepi Barat.
Gubernur Nablus, Akram Rajoub, mengatakan Ahmed Halawa diserang aparat keamanan Palestina di penjara Junaid karena korban mengejek mereka.
Halawa ditahan karena diduga pemimpin serangan yang menyebabkan meninggalnya dua polisi di daerah tersebut minggu lalu.
Perdana Menteri Rami Hamdallah mengatakan kematian itu sebagai suatu "kejadian yang tidak biasa".
- <link type="page"><caption> Palestina selidiki pemutaran lagu pop di masjid Nablus</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160812_majalah_palestina_lagu" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Enam warga Palestina tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2009/12/091226_palestina" platform="highweb"/></link>
Meskipun demikian pegiat hak asasi manusia pernah mengecam perlakuan yang dialami para tahanan di penjara Palestina. Mereka mengatakan penyiksaan biasa terjadi di penjara dan pelaku tindakan tersebut tidak dihukum.
Wartawan BBC di Tepi Barat, Yolande Knell, melaporkan terjadi sejumlah kerusuhan di Nablus yang merupakan basis kelompok militan Palestina.
Minggu lalu, saat dilakukan operasi pemeriksaan senjata, dua perwira polisi dan dua pria bersenjata tewas dalam serangkaian bentrokan di kota itu.





