Kemarahan di Turki setelah perempuan transgender Hande Kader dibunuh

Sumber gambar, Hande KaderFacebook
Pembunuhan Hande Kader, perempuan transgender, menimbulkan kemarahan meluas di kota terbesar Turki, Istanbul. Meski tetap berposisi konservatif dalam isu LGBTI (lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks), namun pada Minggu, aktivis akan menggelar protes yang jarang terjadi, kata Rengin Arslan dari BBC Turkish.
"Hande adalah salah satu orang terbaik di dunia. Dia sangat tenang tapi juga hiperaktif. Dia selalu datang ke aksi-aksi LGBTI. Dia memperjuangkan isu yang menurutnya benar sampai akhir hayatnya."
Davut Dengiler menggambarkan teman satu flatnya, Hande Kader, 23, yang tubuhnya ditemukan di hutan di Istanbul, pekan lalu.
Kader, seorang pekerja seks, terakhir terlihat memasuki mobil seorang klien pada malam hari. Dengiler berharap dia masih hidup, namun dia menemukan tubuh Kader di kamar jenazah untuk orang tanpa identitas di Istanbul.
- <link type="page"><caption> Pendeta yang sebut banjir sebagai azab terkait LGBT, kebanjiran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160820_dunia_banjir_louisiana_pendeta_azab" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ratusan LGBT Inggris berunjuk rasa dengan 'maraton cium'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160814_majalah_kissathon_lgbt_sainsbury" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengapa ada upaya mempidanakan LGBT di MK?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160804_indonesia_lgbt_mk" platform="highweb"/></link>
"Saya bersiap untuk meninggalkan kamar jenazah, saya merasa ringan karena tak menemukan dia di sana. Pada menit-menit terakhir, seorang dokter di sana bilang, 'Ada jenazah yang terbakar - lihat itu juga.' Maka saya melihatnya. Saya memberitahu beberapa tanda-tanda yang saya ketahui. Lalu mereka melihat ke komputer, pada laporan. Dokter kemudian menaruh tangan di punggung saya dan menyampaikan rasa duka cita. Saya kehilangan kendali," katanya.
Dia menjelaskan reaksi Kader terhadap kematian orang-orang trans lainnya, "Dia akan marah saat individu trans dibunuh. Dia akan sangat sedih...Dia sudah ditusuk dan dipukuli sebelumnya. Kejadian ini seperti ini tidak hanya menimpa Hande. Tapi terjadi pada semua."

Sumber gambar, Reuters
Aktivis LGBTI memprotes aksi kekerasan terhadap individu trans, tapi masyarakat Turki jarang merespons.
Di bawah kondisi darurat negara yang diumumkan setelah upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli, ada pembatasan aksi demonstrasi.
Namun untuk pertama kalinya, figur terkenal di Turki bergabung dalam upaya untuk menyebarkan soal pembunuhan Kader dan bergabung dalam demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam di Istanbul.
Menurut data dari kelompok Transgender Europe, Turki adalah negara tempat terjadinya pembunuhan individu trans terbanyak di Eropa.
Namun "tak ada negara yang aman bagi orang-orang trans" seperti dinyatakan oleh laporan kelompok tersebut yang terbit pada 2016.

Sumber gambar, Reuters
Kader berusaha untuk menyoroti pembunuhan trans di Turki dan tidak adanya keadilan. Biasanya dia berada di bagian depan demonstrasi.
Namun foto Hande Kader yang disebarkan secara luas di media sosial yang paling menjelaskan karakter perempuan trans yang masih menunggu untuk dikuburkan terkait proses identifikasi, post mortem dan uji DNA.
Pada 2015, polisi melarang aksi LGBTI Pride di Lapangan Taksim di Istanbul. Mereka berusaha membubarkan kerumunan menggunakan water cannon, peluru karet dan semprotan merica. Namun Kader tetap bertahan melawan polisi.
Dia berseru pada wartawan, "Kalian mengambil foto tapi tidak menerbitkannya. Tak ada yang mendengarkan suara kami."
Pada akhirnya suara Hande Kader terbungkam akibat pembunuhan, dengan cara yang tak ingin dibayangkan seorang pun: dia dibakar.
Kader mencari penghidupan dengan menjadi pekerja seks, dan mempertaruhkan keselamatannya. Seperti halnya individu trans lainnya yang dipaksa bekerja sebagai pekerja seks, Kader bekerja di jalanan.
Dia berusaha mencari jalan keluar, tapi tak menemukannya.
"Dia tak suka pekerjaan ini," kata teman dekatnya, Funda, dan menambahkan, "tapi siapa yang suka pekerjaan ini?"









