Diduga terkait upaya kudeta, puluhan perusahaan di Turki digerebek

Kudeta Turki

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Upaya kudeta Turki yang gagal terjadi pada bulan lalu.

Polisi Turki melakukan penggerebekan 44 perusahaan dan berupaya untuk menahan 120 eksekutif perusahaan, sebagai bagian dari penyelidikan kudeta yang gagal pada bulan lalu, seperti disampaikan oleh media pemerintah.

Perusahaan-perusahaan yang berada di Istanbul ditargetkan oleh jaksa karena diduga menyalurkan dana untuk gerakan yang dipimpin oleh ulama Turki yang tinggal di AS, Fethullah Gulen.

Ulama Gulen dituduh mengatur upaya kudeta.

Para pengikutnya diduga untuk mendirikan negara tandingan.

Penggerebekan, yang didukung oleh polisi huru-hara, dilakukan di distrik Uskudar dan Umraniye bagian timur Istanbul, seperti diberitakan kantor berita Istanbul.

  • <link type="page"><caption> Polisi Turki gerebek gedung pengadilan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160815_dunia_turki_polisi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Soal ekstradisi Gulen, Turki peringatkan Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160809_dunia_turki_amerika" platform="highweb"/></link>

Sekitar 240 orang tewas dalam kudeta gagal pada 15 dan 16 Juli, ketika itu pemberontak yang merupakan bagian dari militer berupaya untuk mengirimkan tank ke Ankara dan Istanbul.

Pemerintah Turki diperkirakan telah menahan 26.000 orang dan 82.000 dipecat atau diberhentikan sementara. Polisi juga menggerebek tiga pengadilan di Istanbul untuk mencari 173 pejabat peradilan.

Awal bulan ini Presiden Recep Tayyip Erdogan bersumpah akan mencari usaha, sekolah-sekolah dan yayasan yang berhubungan dengan Fethullah Gulen, yang dia sebut sebagai "sarang teroris".

Tetapi dia mengatakan dalam dunia bisnis, Gulen telah mengakar dengan kuat.

"Kami akan memutuskan seluruh jaringan bisnis, seluruh pendapatan Gulen yang terkait dengan bisnis. Kami tidak akan menunjukkan pemberian ampun," kata dia.