Siapakah atlet Olimpiade terhebat sepanjang masa?

Michael Phelps

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Michael Phelps hingga hari Rabu (12/08) sudah mengoleksi 22 medali emas Olimpiade.

Keberhasilan perenang Amerika Serikat, Michael Phelps, meraih medali emas Olimpiade yang ke-22 membuka kembali debat soal siapa atlet Olimpiade paling hebat sepanjang masa.

Phelps, tak diragukan lagi adalah salah satu atlet yang layak mendapatkan predikat tersebut.

Secara total, hingga Jumat (12/08), ia sudah mengoleksi 26 medali emas, di luar prestasi lain yang ia catat di berbagai kejuaraan.

  • <link type="page"><caption> Apakah Michael Phelps memang jalani praktik bekam? </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160808_olahraga_olimpiade_bekam.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Phelps sabet medali emas Olimpiade yang ke-21</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160809_olahraga_phelps_emas_21.shtml" platform="highweb"/></link>

Prestasi fenomenal antara lain ia raih di Olimpiade Beijing pada 2008 di mana ia menyabet delapan medali emas.

Phelps sebenarnya menyatakan pensiun setelah meraih empat emas di Olimpiade London 2012, tapi ia mengurungkan niat dan kembali aktif di kolam renang mulai 2014.

Yang juga masuk dalam daftar calon atlet Olimpiade terhebat sepanjang masa adalah pesenam Ukrainia, Larisa Latynina (18 medali, sembilan di antaranya emas); pesenam Rusia, Nikolai Andrianov (15 medali, tujuh medali emas); dan perenang Amerika Mark Spitz (sembilan medali emas, satu perak dan satu perunggu).

Usain Bolt

Di masa lalu, peluang atlet mencatat prestasi lebih besar kadang terkendala oleh faktor-faktor nonteknis.

Usain Bolt

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Usain Bolt adalah pemegang rekor dunia lari 100 meter putra.

Misalnya atlet Jesse Owens, peraih empat medali emas di Berlin pada 1936, yang ditolak terjun di kesempatan lain karena ketika itu muncul diskriminasi terhadap warga berkulit hitam.

Dengan alasan yang sama, pelari jarak jauh Paavo Nurmi, peraih sembilan medali emas dan tiga perak antara 1920 dan 1928.

Ia bisa jadi akan menang lebih banyak seandainya saja orang Finlandia ini tidak dilarang oleh pihak Olimpiade untuk berlari di nomor 10.000 meter di Paris karena alasan kesehatan.

Pada 1932 ia dilarang mengikuti Olimpiade karena dinyatakan melanggar peraturan.

Tapi jumlah medali bukan satu-satunya kriteria predikat atlet terhebat. Sejumlah kalangan juga mengajukan kriteria inspirasi dan impak secara keseluruhan dan dari kriteria ini muncul nama Usain Bolt.

Pelari cepat Jamaika ini tak hanya pemegang rekor dunia lari 100 meter, tapi juga dianggap sebagai atlet yang membawa nama baik dan reputasi olahraga, ketika sorotan dunia diarahkan ke atlet-atlet yang memakai obat perangsang.

Bolt adalah duta olahraga ideal selain juga kolektor medali Olimpiade.

Ketika Olimpiade Rio berakhir, bisa jadi Bolt akan menggenggam sembilan medali emas.