Cina serukan Filipina abaikan putusan Mahkamah Arbritase

Sumber gambar, GETTY IMAGES
Filipina diminta oleh Cina untuk 'mengabaikan' putusan pengadilan internasional soal Laut Cina Selatan, menurut Menteri Luar Negeri Filipina.
Menlu Filiina, Perfecto Yasay mengatakan dirinya menolak tawaran untuk melakukan negosiasi 'di luar dan (dengan)mengabaikan' keputusan itu.
Pekan lalu, Mahkamah Arbitrase memutuskan bahwa klaim Cina terhadap hak-hak di Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum.
Gugatan terkait Laut Cina Selatan itu diajukan oleh Filipina.
- <link type="page"><caption> Menlu Filipina: Cina harus hormati putusan Mahkamah Arbitrase</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160713_dunia_filipina_cina_asem_lautcinaselatan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Filipina rayakan kemenangan atas kasus Laut Cina Selatan dengan 'Chexit'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160712_trensosial_filipina_chexit" platform="highweb"/></link>
Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, dan bersengketa dengan berbagai negara lain. Cina menolak putusan mahkamah di Den Haag.
"(Menteri Luar Negeri Cina) telah meminta kami untuk membuka diri untuk negosiasi bilateral tetapi di luar, atau (dengan) mengabaikan putusan Arbitrase," ujar Perfecto Yasay melalui saluran berita ABS-CBN.
"Saya katakan kepadanya bahwa hal itu tidak konsisten dengan konstitusi dan kepentingan nasional kami."
"Mereka mengatakan, jika kami bersikukuh dengan putusan itu dan mendiskusikan masalahnya dalam garis itu, maka ini bisa mengarah pada suatu konfrontasi," kata Yasay pula

Putusan tersebut merinci tentang pelanggaran apa yang dilakukan Beijing terhadap bawah hukum internasional, antara lain pembangunan di Mischief Reef.
Yasay sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela pertemuan Asia-Eropa di Mongolia akhir pekan lalu.
Negosiasi hak para nelayan Filipina untuk kembali ke Scarborough Shoal yang disengketakan akan menjadi prioritas pertama dari Filipina, kata Yasay. Dia pun menambahkan bahwa pelaksanaan semua bagian lain dari putusan itu akan ditangani satu-per-satu.









