Angkatan Laut mengecam pelaut mereka yang tertangkap di perairan Iran

Ada 10 pelaut AS yang sempat ditangkap oleh Iran pada Januari lalu.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Ada 10 pelaut AS yang sempat ditangkap oleh Iran pada Januari lalu.

Kepemimpinan yang lemah, salah penilaian dan minimnya "ketangguhan perang" menjadi penyebab tertangkapnya 10 pelaut AS di Teluk Persia, Iran pada Januari lalu, kata Angkatan Laut AS.

Para pelaut ini ditahan setelah kapal mereka memasuki wilayah perairan Iran, tapi kemudian segera dilepas.

Enam perwira dan tiga pelaut sudah menghadapi hukuman atau tindakan disiplin.

Angkatan Laut AS juga mengatakan bahwa Iran melanggar hukum internasional dengan mencegat kapal yang berada di "jalur yang tak salah".

  • <link type="page"><caption> Iran tahan 10 pelaut AS di Teluk Persia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160113_dunia_iran_as" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Iran bebaskan 10 pelaut AS yang ditangkap di Teluk Persia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160113_dunia_as_iran.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS berterima kasih kepada Iran atas pembebasan 10 pelaut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160114_dunia_as_iran_pelaut.shtml" platform="highweb"/></link>

Dua kapal tersebut sedang berjalan dari Kuwait ke Bahrain, markas Armada AS Kelima.

"Kru tak punya kesadaran navigasi, minim komunikasi dengan otoritas di atasnya, dan penilaian terhadap ancaman lingkungan sepanjang perjalanan," kata laporan tersebut.

Enam perwira dan tiga pelaut AS yang tertangkap oleh Iran sudah menghadapi hukuman atau tindakan disiplin.

Sumber gambar, Irib News

Keterangan gambar, Enam perwira dan tiga pelaut AS yang tertangkap oleh Iran sudah menghadapi hukuman atau tindakan disiplin.

Mereka berada di sekitar Pulau Farsi milik Iran yang juga menjadi markas perahu cepat Iran, namun para pelaut AS merasa yakin mereka berada di wilayah Saudi.

Para pelaut tersebut sempat ditahan 15 jam di Pulau Farsi, mereka juga dikritik atas perilaku mereka selama 15 jam dalam tahanan Iran.

Seorang pelaut membuat "pernyataan yang bisa berbahaya terhadap kepentingan AS" dan yang lain mendorong rekannya untuk makan makanan yang disajikan saat direkam video, yang kemudian bisa digunakan untuk tujuan propaganda.

Tujuh orang diinterogasi - "sebagian jujur, sementara yang lain berbohong atau pura-pura bodoh," lanjut laporan tersebut.

Tak ada yang terluka, tapi interogator Iran "menggunakan taktik intimidasi seperti menggebrak meja, memutar kursi pelaut yang ditahan, atau mengancam memindahkan mereka ke daratan Iran".

Terlepas dari kesalahan tersebut, Angkatan Laut AS juga berkeras bahwa kapal mereka "berhak" berada di tempat tersebut dan Iran telah "melanggar hukum internasional selain juga kekebalan kedaulatan AS" dengan menaiki kapal dan menahan para pelaut.