Aksi memprotes keberadaan AS di Pulau Okinawa

Sumber gambar, AP
Puluhan ribu orang menggelar aksi unjuk rasa di Pulau Okinawa, Jepang, memprotes keberadaan militer Amerika Serikat.
Unjuk rasa dipicu oleh pemerkosaan dan pembunuhan seorang perempuan berusia 20 tahun, Rina Shimabukuro, baru-baru ini.
Seorang mantan marinir AS yang tinggal di pulau tersebut sudah ditangkap dengan tuduhan membunuhnya.
- <link type="page"><caption> Prajurit AL AS ditangkap di Okinawa, Jepang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160606_dunia_serdadu_as_okinawa" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> PM Jepang hentikan pembangunan pangkalan militer AS di Okinawa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160304_dunia_jepang_abe_okinawa_militer" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Barack Obama jadi presiden AS pertama yang kunjungi Hiroshima</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160527_dunia_hiroshima_obama" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AFP
Insiden itu semakin meningkatkan perlawanan atas pangkalan militer AS di Okinawa dengan seruan agar sekitar 26.000 personil AS dipindahkan.
Bagaimanapun pemerintah Tokyo dan Washington berpendapat pangkalan di Okinawa sangat penting dalam alinasi keamanan kedua negara, khususnya dengan peningkatan pengaruh Cina di kawasan.
- <link type="page"><caption> Jepang- AS ungkap kesepakatan pertahanan baru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150427_jepang_as_pertahanan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> PM Shinzo Abe diteriaki warga saat peringatan Perang Okinawa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150623_dunia_jepang_abe" platform="highweb"/></link>
Unjuk rasa Minggu 19 Juni dimulai dengan hening cipta untuk mengenang Rina Shimabukuro dan pembacaan pesan dari ayahnya.
"Kenapa putri saya, kenapa dia dibunuh," yang dibacakan atas nama ayah Rina. "Pikiran saya sama dengan semua keluarga yang berduka yang menghadapi penderitaan sampai saat ini."
Sejumlah pengunjuk rasa membawa poster antara lain bertuliskan "Kemarahan kami melewati batasnya' dan "Tarik mundur marinir'.










