Pasukan Irak mengambil alih balaikota Fallujah

Sumber gambar, Reuters
Pasukan pemerintah Irak telah mengambil alih pusat pemerintahan kota Fallujah dari tangan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Komandan utama pasukan, Letnan Jendral Abdul Wahhab al-Saadi mengatakan kepada BBC bahwa pasukan anti teror dan pasukan gerak cepat berhasil "membebaskan" gedung balai kota.
Sebelumnya dilaporkan mereka berhasil merebut kawasan industrial di sebelah timur kota.
- <link type="page"><caption> ISIS tembaki warga sipil Fallujah yang mengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160606_dunia_isis_tembaki_warga.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Irak lancarkan operasi besar rebut Falujjah dari ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160523_dunia_falujjah_irak.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> ISIS balas serang pasukan Irak yang bergerak ke Fallujah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160531_dunia_isis_fallujah.shtml" platform="highweb"/></link>
Fallujah yang terletak 50 kilometer dari ibukota Baghdad merupakan kota paling lama yang diduduki oleh ISIS, dibandingkan kota lain di Irak dan Suriah.
Mereka sudah menduduki kota itu sejak Januari 2014, enam bulan sebelum berhasil merebut lebih banyak daerah di kawasan utara dan barat Irak.
Mengembalikan 'kewenangan negara'

Sumber gambar, Reuters
Pasukan pemerintah meluncurkan serangan untuk merebut kembali Fallujah hampir empat pekan lalu, sesudah sebelumnya mengepung kota itu selama beberapa bulan.
Hari Jumat (17/06) polisi mengibarkan bendera Irak di atas gedung balai kota, menurut pernyataan pasukan militer yang juga dikutip oleh stasiun TV pemerintah Irak.
"Pembebasan pusat pemerintahan, yang juga merupakan tengara kota, melambangkan pemulihan kewenangan negara," kata kepada polisi federal Irak Raed Shaker Jawdat seperti dikutip oleh kantor berita AFP.
Jawdat mengatakan pasukan pemerintah menemui perlawanan terbatas ketika mereka mengejar anggota kelompok militan di dalam kota.









