Puluhan diplomat AS desak lancarkan serangan militer ke Suriah

Pemerintah AS selama ini tidak bersedia mengirim pasukan darat ke Suriah, walau sejak 2014 memimpin pasukan koalisi melancarkan serangan udara di Suriah melawan ISIS.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pemerintah AS selama ini tidak bersedia mengirim pasukan darat ke Suriah, walau sejak 2014 memimpin pasukan koalisi melancarkan serangan udara di Suriah melawan ISIS.

Puluhan pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menandatangani memo internal berisi permintaan serangan militer AS terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Memo yang ditandatangani 51 diplomat tingkat menengah ke atas itu menyebut pendekatan pemerintah AS saat ini justru menentang kubu oposisi Suriah dan membantu Al-Assad mempertahankan kekuasaan.

  • <link type="page"><caption> Obama tolak kirim pasukan darat ke Suriah </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160424_dunia_obama_suriah_pasukan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Amerika Serikat akan kirim 250 personel militer ke Suriah </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160425_dunia_obama_suriah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Konflik Suriah: AS dan Rusia targetkan draf konstitusi pada Agustus</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160325_dunia_target_suriah" platform="highweb"/></link>

Juru bicara Deplu AS mengaku menerima memo internal tersebut, namun menolak berkomentar mengenai isinya.

Memo internal yang mengemukakan ketidakpuasan mengenai kebijakan pemerintah AS melalui saluran Deplu AS bukan hal luar biasa. Namun, jarang sekali terjadi sekumpulan diplomat menyuarakan ketidaksetujuan terhadap posisi Gedung Putih secara bersamaan.

Kubu pemberontak maupun militer pemerintah telah melanggar kesepakatan gencatan senjata demi memuluskan perundingan damai.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kubu pemberontak maupun militer pemerintah telah melanggar kesepakatan gencatan senjata demi memuluskan perundingan damai.

Seorang narasumber yang mengetahui memo internal itu mengatakan kepada BBC bahwa memo tersebut dikirimkan karena “status quo tidak bisa bertahan dalam jangka panjang”.

Kemunculan memo tersebut mengemuka seiring dengan sejumlah laporan mengenai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan baik oleh kubu oposisi maupun pemerintah Suriah.

Bahkan, Presiden Al-Assad secara terang-terangan melanggar gencatan senjata dengan mengerahkan militer untuk menguasai sejumlah kawasan strategis, seperti Aleppo.

Sejak 2014 AS melancarkan serangan udara untuk menggempur ISIS di Suriah.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Sejak 2014 AS melancarkan serangan udara untuk menggempur ISIS di Suriah.

Hal ini membuat Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, frustrasi. Pada satu sisi, dia mengupayakan agar kubu oposisi tidak mengangkat senjata dan berunding, namun di sisi lain pemerintah Suriah mengerahkan kekuatan militer.

“Amerika Serikat tidak akan duduk dan dimanfaatkan sebagai instrumen yang membolehkan gencatan senjata diterapkan selagi salah satu pihak utama mencoba mengambil keuntungan yang membahayakan keseluruhan proses,” kata Kerry.

Pemerintah AS selama ini tidak bersedia menambah pasukan darat ke Suriah walau sejak tahun 2014, memimpin pasukan koalisi dalam melancarkan serangan udara ke berbagai lokasi ISIS di Suriah.