Cina tak akan terima arbitrase Laut Cina Selatan

cina

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Cina terlibat pertikaian teritorial dengan sejumlah negara tetangga Asia Tenggara terkait wilayah Laut Cina Selatan.

Cina kembali memperingatkan Filipina bahwa mereka tidak akan menerima hasil arbitrase internasional terkait pertikaian wilayah di Laut Cina Selatan.

Lewat sebuah pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan dengan membawa pertikaian ke Mahkamah Arbitrasi di Den Haag, Belanda, maka Manila menciptakan kemunduran besar hubungan kedua negara serta merusak perdamaian dan stabilitas.

  • <link type="page"><caption> Cina protes penangkapan delapan ABK di perairan Natuna</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160530_dunia_kapal_cina_natuna_protes" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penyanyi terkenal Cina tampil di pulau sengketa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160504_dunia_cina_spratly" platform="highweb"/></link>

"Filipina secara sepihak memulai arbitrase Laut Cina Selatan, melanggar kesepakatan bilateral antara Cina dan Filipina, serta janji yang dibuat pada the Deklarasi Perilaku Pihak-Pihak di Laut Cina Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Dia menambahkan pintu dialog antara Cina dan Filipina untuk menyelesaikan masalah Laut Cina Selatan lewat perundingan selalu terbuka.

Cina menegaskan penguasaan atas hampir semua wilayah laut meskipun terdapat pertikaian klaim teritorial dengan sejumlah negara tetangga Asia Tenggara.

Beijing juga sudah membangun pulau buatan untuk kepentingan militer di wilayah tersebut, lengkap dengan sebuah landasan pacu untuk pesawat terbang.