Donald Trump mendapat dukungan dari Ketua DPR AS

Sumber gambar, AFP EPA
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Paul Ryan, menyatakan dukungan kepada Donald Trump, yang hampir dipastikan menjadi calon presiden dari Partai Republik.
Langkah ini merupakan hal yang penting bagi persatuan Partai Republik, setelah beberapa politisinya terkejut melihat popularitas pengusaha tersebut.
"Saya akan memilih @realDonaldTrump dalam musim gugur ini," tulis Ryan dalam pesan Twitter.
- <link type="page"><caption> Media Korea Utara sebut Donald Trump politikus bijak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160601_dunia_korut_trump" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Obama: Bisa dipahami jika dunia bingung dengan Trump</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160526_dunia_obama_trump.shtml" platform="highweb"/></link>
"Saya yakin dia akan membantu agenda parlemen GOP (Partai Republik) menjadi undang-undang," tambahnya.

Sumber gambar, AFP
Ryan kemudian menulis di surat kabar setempat bahwa mereka berdua memiliki lebih banyak landasan bersama dibanding ketidaksepakatan namun menyadari perbedaan masih tetap ada.
- <link type="page"><caption> Lagi, kampanye Trump diwarnai keributan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160528_dunia_trump_bentrok_san_diego.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengapa sekarang Trump mengungguli Clinton?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160525_dunia_trump_clinton.shtml" platform="highweb"/></link>
Sebagai Ketua DPR, Ryan merupakan politisi terpilih yang paling senior di Partai Republik. Sebelum pernyataan dukungan ini, dia dan Trump sudah melakukan serangkaian pertemuan untuk menemukan landasan bersama.
Beberapa tokoh Partai Republik, termasuk dua mantan presiden -George H W Bush dan George W Bush- sudah menyatakan penolakan untuk mendukung Trump

Sumber gambar, Reuters
Sementara bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyerang Trump yang menurutnya memiliki gagasan kebijakan luar negeri yang tak jelas sehingga berbahaya.
"Dia bukan orang yang sepatutnya mendapatkan kode (senjata) nuklir."
Namun lewat pesan Twitter, Trump memukul balik dengan mengatakan: "Penipu Hillary tidak punya kredibilitas lagi, terlalu banyak kegagalan (yang dilakukannya) di kantornya."









