Warga Inggris anggota Al-Shabab pernah dicegat di bandara

Milisi Al-Shabab bertanggung-jawab dalam sejumlah serangan besar terhadap masayarakat sipil.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Milisi Al-Shabab bertanggung-jawab dalam sejumlah serangan besar terhadap masayarakat sipil.

Seorang lelaki Inggris yang tewas di Kenya tatkala bertempur di pihak kelompok militan Islam al-Shabab, merupakan wakil komandan di unitnya.

Thomas Evans, 25, tewas dalam serangan yang gagal terhadap sebuah pangkalan militer pada 14 Juni lalu.

Menurut polisi, Evans juga bertugas sebagai juru kamera bagi unit itu, dan ia merekam gambar-gambar peristiwa serangan itu hingga saat kematiannya.

Dalam peristiwa di Lamu, dekat perbatasan Somalia itu, tentara Kenya menewaskan 11 militan, sementara di pihak militer Kenya, dua prajurit tewas.

Al-Shabab, sebuah kelompok militan berbasis di Somalia yang berafiliasi ke Al Qaida, merupakan pihak yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan, termasuk serbuan ke pusat belanja Westgate di Nairobi, tahun 2013, dan serangan brutal terhadap sebuah universitas awal tahun ini yang menewaskan hampir 150 orang.

Wartawan BBC Karen Allen mengungkapkan, polisi telah mengukuhkan peran Evans sebagai orang kedua kelompok itu pada saat berlangsungnya serangan.

Dalam rekaman, terdengar ia beberapa kali meneriakkan perintah kepada para petarung Al Shabab yang lebih muda.

Pihak keamanan Kenya percaya, sekitar 100 warga negara Inggris telah bergabung dengan al-Shabab.

Bengkok dan sesat

Evans, yang sesudah pindah agama mengubah namanya menjadi Abdul Hakim, mengabarkan kepada keluarganya di Wooburn Green, Inggris, Januari 2012, untuk mengatakan bahwa ia berangkat ke Somalia untuk bergabung dengan kelompok itu.

Kepolisian Inggris sebelumnya pernah menyetopnya di bandara Heathrow, London, pada tahun 2011, saat ia hendak terbang ke Kenya.

Beberapa bulan kemudian ia terbang ke Mesir, mengaku kepada keluarganya hendak belajar bahasa Arab.

Terungkap sekarang, sebelum tiba di Somalia, Evans mencoba mendarat di pelabuhan Mombasa, Kenya, dari Mesior, namun ia dicegat sebelum mencapai perbatasan.

Ibunya, Sally Evans mengatakan kepada BBC, bahwa "seluruh dunia bagaikan hancur lebur" saat ia mendengar kabar kematian anaknya.

Menurunya, Thomas memeluk Islam karena "ia percaya hal itu akan membuatnya masuk surga."

Disebutkan Sally, Thomas "bertemu sejumlah orang yang memiliki pandangan-pandangan sangat bengkok dan menyesatkan tentang Islam" di lingkungannya, dan kemudian dipengaruhi oleh bahan-bahan yang diperolehnya di internet.

Di sisi lain, pemerintah Jerman mempublikasikan foto 38 orang petarung yang terlibat dalam serangan terakhir al-Shabab. Salah satunya adalah Andreas Martin Muller, seorang warga Jerman yang sudah sejak enam tahun masuk dalam daftar yang diawasi.