Presiden terpilih Filipina ingin terapkan lagi hukum gantung

Sumber gambar, Getty
Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, kembali menegaskan kebijakan keras di bidang penanganan kejahatan dan penyalahgunaan narkoba.
Duterte mengatakan, ia akan menrapkan pula kebijakan tembak di tempat bagi tersangka penjahat yang melawan atau menolak untuk ditangkap.
Duterte juga menegaskan ia akan mendesak Kongres menerapkan kembali hukuman mati dengan cara digantung.
- <link type="page"><caption> Duterte dikenal sebagai 'figur yang kontroversial'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160508_dunia_filipina_pemilu_duterte.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Duterte menyatakan diri sebagai pemenang pilpres</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160509_dunia_filipina_duterte_menang.shtml" platform="highweb"/></link>
"Yang akan saya lakukan adalah mendesak Kongres memberlakukan kembali hukuman gantung," kata Duterte saat memberikan keterangan pers di Davao.
Kebijakan lain yang rencananya akan ia berlakukan adalah pelarangan alkohol, pelarangan merokok di dalam gedung, dan jam malam secara nasional untuk anak-anak.
Ia berjanji mengubah istana presiden di Manila menjadi rumah sakit dan memerintahkan semua pejabat pemerintah terbang di kelas ekonomi.
Duterte dikenal sangat keras saat menjadi wali kota Davao di Filipina selatan dan dijuluki 'Sang Penghukum.'
Tak kurang dari 1.000 penjahat tewas di tangan aparat keamanan saat ia memimpin kota itu.









