Kim Jong-un tidak akan gunakan senjata nuklir kecuali kedaulatan terancam

Kim Jong-un mengatakan negaranya akan ”memenuhi kewajiban dengan patuh untuk non-proliferasi dan berjuang untuk denuklirisasi global”.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Kim Jong-un mengatakan negaranya akan ”memenuhi kewajiban dengan patuh untuk non-proliferasi dan berjuang untuk denuklirisasi global”.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengatakan senjata nuklir tidak akan digunakan kecuali jika kedaulatan negaranya terancam.

Pernyataan Kim mengemuka Kongres Partai Buruh di Pyongyang, sebagaimana dilaporkan kantor berita Korut, KCNA.

“Sebagai negara pemegang senjata nuklir yang bertanggung jawab, Republik kita tidak akan menggunakan senjata nuklir jika kedaulatan dirongrong kekuatan bermusuhan agresif yang memiliki nuklir,” kata Kim.

  • <link type="page"><caption> Kongres Partai Buruh Korut diliput wartawan asing </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/05/160506_galeri_korea_utara" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Partai berkuasa Korut adakan kongres pertama setelah 40 tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160427_dunia_kongres_partai_buruh_korut" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Korut akan berhenti uji nuklir jika AS-Korsel berhenti latihan militer</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160424_dunia_korut_senjata_nuklir" platform="highweb"/></link>

Lebih lanjut, Kim berjanji negaranya “akan memperbaiki dan menormalisasi hubungan dengan negara-negara yang menghormati kedaulatan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) dan bersikap bersahabat, meski mereka dulu pernah bersikap bermusuhan.”

Pada tahun ini, Korut mengklaim telah menguji bom hidrogen dan meluncurkan roket ke luar angkasa.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pada tahun ini, Korut mengklaim telah menguji bom hidrogen dan meluncurkan roket ke luar angkasa.

Kim kemudian merujuk Korea Selatan. Menurutnya, harus ada lebih banyak perundingan dengan negara tetangganya itu untuk membangun kepercayaan dan pemahaman. Kim menegaskan negaranya akan ”memenuhi kewajiban dengan patuh untuk non-proliferasi dan berjuang untuk denuklirisasi global”.

Dibandingkan ancaman yang pernah dia lontarkan baru-baru ini, ucapan Kim tersebut berbeda 180 derajat, Koresponden BBC di Korut, John Sudworth, mengatakan Kim cenderung berupaya mengirimkan pesan berbeda. Pergerakan di peluncuran nuklir Korut terlihat mirip dengan persiapan uji nuklir lanjutan.

Korut mundur dari Traktat Non-proliferasi Nuklir pada 2003 dan mulai menguji coba senjata nuklir tiga tahun kemudian.

Beragam sanksi internasional telah diterapkan. Bahkan, pada Maret tahun ini, sanksi tambahan diperketat setelah Korut mengklaim telah menguji bom hidrogen dan meluncurkan roket ke luar angkasa.