Berbeda pandangan dengan presiden, PM Turki akan mundur

Davutoglu

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Davutoglu mengatakan akan tetap loyal kepada Presiden Erdogan dan tidak akan mengkritiknya.

Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, mengumumkan pengunduran diri setelah beberapa kali berbeda pendapat secara terbuka dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Ia mengatakan pengunduran diri secara resmi akan disampaikan dalam kongres luar biasa partai yang berkuasa, Partai AK, bulan ini.

Pemimpin kekuatan oposisi utama menyebutkan sebagai kudeta istana.

Beberapa kalangan, termasuk wartawan, mengatakan bahwa pengunduran diri Davutoglu akan memungkinkan Presiden Erdogan menguatkan kontrol atas Turki dan menunjuk perdana menteri baru yang lebih lunak.

  • <link type="page"><caption> Bom meledak di dekat kantor polisi di Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160501_dunia_turki_ledakan_gaziantep.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Warga Turki segera nikmati fasilitas bebas visa ke Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160502_dunia_turki_schengen.shtml" platform="highweb"/></link>

Davutoglu dinilai tak terlalu mendukung upaya Erdogan menguatkan lembaga kepresidenan melalui perubahan undang-undang dasar.

Davutoglu

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Davutoglu berbeda pendapat dengan Presiden Erdogan yang berujung dengan permohonan pengunduran diri sebagai PM.

Wartawan BBC di Ankara mengatakan perkembangan ini akan membuat Barat khawatir karena Presiden Erdogan 'akan makin sulit diatur'.

Dalam pernyataan usai menyampaikan pengumuman, Davutoglu mengatakan akan tetap loyal kepada Erdogan dan tidak akan pernah mengkritiknya.

"Saya tidak marah kepada siapa pun," kata Davutoglu.

"Tidak akan ada yang pernah mendengar kalimat penentangan dari saya untuk presiden kita," tambahnya.

Ia juga mengatakan tetap menjadi anggota parlemen dari Partai AK dan tidak akan mencoba untuk memecah belah partai.

Penggantinya diperkirakan akan dipilih pada 22 Mei mendatang.