Bebas visa warga Turki di zona Schengen 'disetujui'

Sumber gambar, Thinkstock
Sumber-sumber Komisi Eropa mengatakan kepada BBC bahwa komisi akan memberikan persetujuan bersyarat bagi warga Turki untuk melakukan perjalanan ke zona Schengen di Uni Eropa tanpa visa.
Pengaturan bebas visa bagi warga Turki rencananya akan diberlakukan mulai Rabu (04/05).
- <link type="page"><caption> Merkel dan pimpinan Uni Eropa akan kunjungi perbatasan Turki-Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160423_dunia_merkel_perbatasan_suriahturki" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Yunani akan kirim migran 'gelombang kedua' ke Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160407_dunia_turki_eropa_migran" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kesepakatan Uni Eropa dan Turki soal migran resmi berlaku</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160320_dunia_turki_unieropa_migran.shtml" platform="highweb"/></link>
Fasilitas bebas visa diberikan sebagai bagian dari kesepakatan yang mengharuskan Turki menerima kembali migran yang menyeberangi Laut Aegea menuju Yunani.

Sumber gambar,
Namun Turki harus memenuhi sejumlah syarat, termasuk menjamin kebebasan berbicara, hak untuk mendapatkan sidang yang adil dan menjamin hak-hak kelompok minoritas.
Wartawan BBC urusan Eropa, Katya Adler, melaporkan hingga kini masih muncul kekhawatiran bahwa jika perjanjian visa ini gagal, maka akan gagal pula komitmen Turki untuk menghentikan para migran masuk ke Eropa.
Sejak 2015, sejumlah negara di zona Schengen yang meliputi 26 negara telah menerapkan kembali pemeriksaan perbatasan seiring dengan membanjirnya migran dan pengungsi ke Eropa, padahal selama sekitar satu dekade sebelumnya tidak ada pemeriksaan di perbatasan.





