John Kerry: AS berhak tembak jatuh pesawat Rusia

Dua pesawat Rusia terbang dekat kapal USS Donald Cook di Laut Baltik.
Keterangan gambar, Dua pesawat Rusia terbang dekat kapal USS Donald Cook di Laut Baltik.

Militer Amerika Serikat berhak menembak jatuh pesawat Rusia yang terbang dekat dengan salah satu kapal perangnya di Laut Baltik, kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Menurut beberapa pejabat AS, dua pesawat Rusia melintas beberapa meter dari kapal, pada Senin (11/04) lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kedua pesawat Sukhoi Su-24 itu “berbalik arah” setelah mengamati USS Donald Cook.

  • <link type="page"><caption> AS tingkatkan kehadiran militer di Eropa timur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160330_dunia_amerika_rusia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Konflik Suriah: AS dan Rusia targetkan draf konstitusi pada Agustus</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160325_dunia_target_suriah" platform="highweb"/></link>

Menlu John Kerry mengkritik aksi itu dan telah menghubungi Moskow.

“Kami mengecam sikap semacam ini. Itu adalah tindakan sembrono, provokatif, berbahaya. Di bawah aturan yang berlaku, bisa terjadi penembakan jatuh,” kata Kerry dalam wawancara dengan Miami Herald dan CNN Espanol.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kedua pesawat jet terbang mengamati kapal AS.

Sumber gambar, US Navy

Keterangan gambar, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kedua pesawat jet terbang mengamati kapal AS.

Kerry tidak menjelaskan secara spesifik mengapa Angkatan Laut AS tidak melepaskan tembakan ke arah dua pesawat Rusia tersebut.

Namun, menurutnya, AS “tidak akan diintimidasi” di lautan dalam.

Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS, dua pesawat Rusia itu terbang mendekati USS Donald Cook belasan kali. Pada suatu ketika, keduanya melintas sejauh 9 meter dari badan kapal sehingga menciptakan ombak di sekitar kapal.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan USS Donald Cook berlayar dekat dengan pangkalan AL Rusia.