Kuburan massal ditemukan di kota bekas kekuasaan ISIS

Kota Palmyra, yang dikuasai ISIS pada Mei 2015, direbut kembali oleh militer Suriah dengan sokongan pasukan Rusia sejak pekan lalu.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kota Palmyra, yang dikuasai ISIS pada Mei 2015, direbut kembali oleh militer Suriah dengan sokongan pasukan Rusia sejak pekan lalu.

Militer Suriah menemukan sebuah kuburan massal berisi sekitar 40 jenazah di Kota Palmyra yang telah direbut dari kekuasaan kelompok ISIS, sebut laporan kantor berita pemerintah Suriah, Sana.

Kuburan yang menampung jenazah pria, perempuan, dan anak-anak itu ditemukan di bagian timur laut Kota Palmyra. Beberapa jenazah terlihat tanpa kepala, sedangkan mayat lainnya tampak mengalami luka tembak, kata sumber militer Suriah kepada kantor berita AFP.

Jenazah-jenazah itu kemudian diangkut ke rumah sakit militer di ibu kota provinsi, Homs. Identitas beberapa di antaranya telah dikenali.

  • <link type="page"><caption> Pasukan pemerintah Suriah 'merebut kembali' kota Palmyra</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160324_dunia_suriah_palmyra" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Assad puji penguasaan kembali Palmyra dari ISIS </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160327_dunia_palmyra_assad" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kota kuno Palmyra ternyata ‘tidak sepenuhnya’ hancur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160328_dunia_palmyra_suriah" platform="highweb"/></link>

Menurut sumber militer Suriah, terdapat sejumlah mayat serdadu, anggota milisi propemerintah Suriah, dan keluarga mereka. Adapun sebanyak 24 jenazah merupakan warga sipil, termasuk tiga anak-anak.

Kota Palmyra, yang dikuasai ISIS pada Mei 2015, direbut kembali oleh militer Suriah dengan sokongan pasukan Rusia sejak pekan lalu.

ISIS menguasai Palmyra pada Mei 2015 dan sejak itu disebut-sebut mengeksekusi ratusan penduduk dan merusak situs-situs bersejarah.

Sumber gambar, BBC Arabic photographer Wissim Abdo

Keterangan gambar, ISIS menguasai Palmyra pada Mei 2015 dan sejak itu disebut-sebut mengeksekusi ratusan penduduk dan merusak situs-situs bersejarah.

Selama menduduki Palmyra, Badan Pemantau Hak Asasi Manusia di Suriah mengatakan kelompok ISIS telah mengeksekusi sedikitnya 280 orang. Kelompok itu juga menyebabkan kerusakan besar di situs-situs bersejarah di sekitar Palmyra.

Sejumlah koresponden mengatakan pengambilalihan Kota Palmyra oleh militer Suriah merupakan salah satu kemunduran terbesar ISIS sejak mendeklarasikan kekhalifahan di wilayah Suriah dan Irak pada 2014.

Kini, militer Suriah akan menggunakan Palmyra sebagai tempat peluncuran operasi melawan ISIS mengingat kota itu memiliki pangkalan udara militer. Sasaran selanjutnya ialah kota-kota yang masih diduduki ISIS, termasuk al-Qaryatain dan Sukhnah.

Gencatan senjata memang masih diberlakukan di Suriah, namun itu tidak berlaku bagi operasi serbuan terhadap Front Al-Nusra dan ISIS.