Dua menteri Belgia minta mundur terkait pemboman

Sumber gambar, EPA
Dua menteri pemerintah Belgia menawarkan pengunduran diri mereka karena terjadinya sejumlah kesalahan saat melakukan pengejaran salah seorang pria yang diduga terlibat serangan bom hari Selasa di bandara Brussels.
Namun Menteri Dalam Negeri, Jan Jambon, dan Menteri Kehakiman, Koen Geens, diminta -dan sepakat- untuk tetap menjabat.
Tawaran mereka disampaikan setelah Turki menuduh Belgia tidak memperhatikan peringatan terkait Ibrahim el-Bakraoui, yang dideportasi dari Turki tahun lalu.
- Puluhan korban bom Brussels masih kritis
- <link type="page"><caption> 'Menantang' wanita Muslim soal Brussels, pria ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160324_trensosial_brussels_tweet" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pencarian tersangka penyerang Brussels berlanjut </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_serangan_brussels" platform="highweb"/></link>
Dia diidentifikasi sebagai salah satu pembom yang meledakkan diri di bandara Zaventem, yang menewaskan 11 orang lainnya.

Sumber gambar, Getty
Polisi sekarang berpandangan kedua terduga pelaku serangan kemungkinan menjadi buron sejak serangan Brussels.
Sekitar 60 orang yang menderota luka berat karena serangan tersebut masih dalam perawatan intensif.
Sementara terduga pelaku serangan Paris, Salah Abdeslam, mengubah pandangannya dengan menyatakan tidak akan menolak ekstradisi dari Belgia ke Prancis, kata pengacaranya.
Salah Abdeslam adalah salah seorang yang diduga pelaku utama serangkaian serangan Paris bulan November yang menewaskan 130 orang.
Dia ditangkap dan terluka dalam penggerebekan polisi pada hari Jumat (18/03) di Brussels.









