Ekspor Cina turun 25% pada Februari

Pengamat mengingatkan bahwa data mungkin terpengaruh liburan Tahun Baru Cina yang lebih lama daripada biasanya.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pengamat mengingatkan bahwa data mungkin terpengaruh liburan Tahun Baru Cina yang lebih lama daripada biasanya.

Ekspor Cina mengalami penurunan paling tajam dalam hampir tujuh tahun, menambah kekhawatiran akan kondisi ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Angka ekspor anjlok sampai 25,4% dari setahun sebelumnya sementara impor turun 13,8%.

Data menunjukkan pelemahan ini terjadi saat Beijing mencatat pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 25 tahun terakhir.

  • <link type="page"><caption> Izin tinggal warga asing di Cina akan dipermudah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160219_dunia_cina_orang_asing" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> IMF: Pertumbuhan ekonomi Cina tak seburuk yang dikira</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151009_majalah_imf_ekonomicina" platform="highweb"/></link>

Kongres Rakyat Nasional Cina yang tengah berlangsung di Beijing baru saja merevisi penurunan target pertumbuhan 2016, dan memperkirakan kondisi 'perjuangan untuk pertumbuhan'.

Angka perdagangan Februari kemungkinan akan meningkatkan ketakutan terbaru soal upaya Cina mempertahankan pertumbuhan ekonomi sambil menerapkan perubahan dan berusaha beralih ke pengeluaran yang berkaitan layanan dan domestik.

Penurunan 25% tersebut menunjukkan performa terburuk sejak puncak krisis keuangan global pada Mei 2009.

Meski begitu, pengamat mengingatkan bahwa data mungkin terpengaruh oleh liburan Tahun Baru Cina yang lebih lama daripada biasanya.

Dengan Cina dirujuk sebagai 'mesin pertumbuhan dunia,' maka rendahnya permintaan dunia akan barang-barang dari Cina menjadi indikator dari iklim ekonomi global secara umum.