Perdagangan bursa saham Cina dihentikan sementara

Sumber gambar, Reuters
Perdagangan di bursa saham Cina dihentikan sesudah harga saham anjlok lebih dari 7% untuk<link type="page"><caption> kedua kalinya pekan ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160105_majalah_cina_saham" platform="highweb"/></link>.
Menyusul penurunan ini, bursa saham Eropa dan Asia juga mengalami penurunan.
<link type="page"><caption> Aturan "pemutus sirkuit"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160104_majalah_cina_saham.shtml" platform="highweb"/></link> atau <italic>circuit breaker</italic> di bursa saham Cina otomatis diaktifkan sesudah perdagangan berlangsung selama 30 menit pada Kamis (07/01).
Para penanam modal merasa khawatir sesudah Bank Sentral mengambil langkah memperlemah mata uang yuan.
Ini pertanda bahwa Beijing mencoba untuk meningkatkan ekspor, selagi ekonomi Cina melambat lebih daripada yang diperkirakan.
CSI 300 Index yang merupakan gabungan dari saham-saham unggulan dari perusahaan di Shanghai dan Shenzhen, jatuh hingga 7,2%.
Shanghai Composite Index yang juga merupakan patokan, jatuh 7,3%, sementara saham Shenzhen Composite jauh 8,3% sebelum perdagangan hari itu dihentikan seluruhnya.
Ini merupakan perdagangan tersingkat dalam 25 tahun sejarah keberadaan pasar saham Cina.

Sumber gambar, AP
Sesudah penghentian perdagangan, Komisi Pengawas Sekuritas Cina mengumumkan pemegang saham utama tak boleh melepas saham mereka lebih dari 1% dalam tiga bulan sejak tanggal 9 Januari 2015.
Depresiasi yuan
Langkah terbaru dari Beijing untuk menurunkan nilai yuan telah memicu ketakutan bahwa kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu sedang mengalami penurunan, dan dapat memicu gelombang serupa di wilayah yang sama.
Bank Sentral Cina menetapkan panduan nilai tukar untuk yuan, hingga mencapai tingkat terendah sejak bulan Maret 2011.
Yuan yang lemah akan membuat biaya ekspor dari Cina menjadi lebih murah dan akan menggairahkan sektor manufaktur.
Sentimen negatif ini melimpah hingga ke Hong Kong, dimana indeks Hang Seng juga turun 2,8% pada perdagangan sore hari.









