Pembongkaran 'Hutan' di Calais dilanjutkan

Sumber gambar, PA
Tim pembongkar sudah masuk kembali ke kawasan tempat gubuk dan tenda para pendatang -yang dikenal sebagai 'Hutan'- di kota pelabuhan Calais, Prancis.
Polisi Prancis sudah memperingatkan akan menggunakan kekerasan jika para pendatang menolak untuk pindah ke tempat penampungan yang dibuat dari peti kemas, tak jauh dari Hutan.
Banyak migran yang menolak karena berpendapat akan diminta mencari suaka di Prancis jika pindah ke tempat penampungan padahal tujuan mereka adalah menyeberang ke Inggris.
Baca juga
- <link type="page"><caption> Pembongkaran 'Hutan' di Calais diwarnai bentrokan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160229_dunia_migran_calais" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Muncul perintah pengusiran untuk pengungsi di Calais, Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160220_dunia_pengusiran_calais" platform="highweb"/></link>
Hari Senin (29/02) bentrokan marak antara aparat keamanan dengan para pendatang yang berasal dari Timur Tengah, Afghanistan, dan Afrika.
Polisi melepas tembakan gas air mata sementara para pendatang melempari batu ke arah polisi, yang dilaporkan terjadi sampai malam hari.

Sumber gambar, Getty
Bentrokan dilaporkan terjadi hingga malam hari dan polisi menangkap empat orang -termasuk para pegiat dari kelompok No Borders yang berkantor di Inggris.
Pihak berwenang Prancis memperkirakan sekitar 1.000 pendatang akan terkena dampak dari penggusruan ini namun badan bantuan dan pegiat berpendapat jumlahnya jauh lebih tinggi.
Mereka memilih untuk berada 'Hutan' karena akan lebih gampang untuk melompat ke truk, kereta api, maupun ferry yang menuju ke daratan Inggris.









