Militan Kurdi Suriah dituduh di belakang bom Ankara

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Turki mengatakan serangan bom yang mematikan di ibukota Ankara dilakukan oleh YPG, militan Kurdi di Suriah.
Ahmet Davutoglu menambahkan sembilan orang yang sudah ditangkap bekerjasama dengan kelompok Partai Pekerja Kurdistan, PKK, yang dilarang di Turki.
<link type="page"><caption> Dari 28 korban jiwa dalam serangan atas konvoi militer di Ankara,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160217_dunia_ledakan_ankara" platform="highweb"/></link> Rabu (17/02), sebanyak 26 di antaranya adalah tentara.

PM Davutoglu menyebut nama pengebom adalah Salih Necar, warga negara Suriah yang merupakan anggota Unit Perlindungan Kurdi Suriah, YPG.
"Hubungan langsung antara serangan YPG sudah ditemukan," jelasnya dan menambahkan serangan dilakukan dengan dukungan logistik dari militan PKK yang berada di dalam Turki.
Namun YPG mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak terlibat dalam seragan itu sementara PKK tidak mengetahui pihak yang melakukannya.

Sumber gambar, Reuters
Turki menetapkan YPG sebagai kelompok teroris namun sekutu-sekutunya, termasuk Amerika Serikat, mendukung YPG dalam pertarungan melawan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Menurut Davutolgu, serangan bom di Ankara menjadi bukti bahwa YPHG adalah kelompok teroris dan mengharapkan kerja sama dari sekutunya untuk menghadapi mereka.
Pasukan Turki beberapa waktu belakangan ini <link type="page"><caption> meningkatkan serangan terhadap milisi Kurdi di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160214_dunia_turki_kurdi.shtml" platform="highweb"/></link>, yang dianggap memiliki hubungan dengan PKK.









