Prancis desak Turki hentikan serangan terhadap Kurdi

Militer Turki menyerang milisi yang diklaim terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Militer Turki menyerang milisi yang diklaim terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Menteri Luar Negeri Prancis meminta Turki menghentikan serangannya terhadap kelompok Kurdi di utara Suriah.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Prancis “khawatir serangan tersebut akan memperburuk situasi di Suriah” yang sudah sangat kompleks.

Pada Sabtu (13/02), <link type="page"><caption> Turki mulai menyerang milisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160214_dunia_turki_kurdi" platform="highweb"/></link> yang diklaim terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki.

Turki menyebut, partai PYD, afiliasi PKK di Suriah, sebagai organisasi teroris. PYD dikhawatirkan Turki akan “menggelapkan” senjata dari Suriah ke Turki.

Turki mengkhawatirkan PKK akan mendapat pasokan senjata dari PYD di Suriah.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Turki mengkhawatirkan PKK akan mendapat pasokan senjata dari PYD di Suriah.

Namun, Washington menolak klaim Turki tersebut dan menyebut PYD efektif dalam membantu menyerang ISIS.

Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, Minggu (14/02) kemarin mengungkapkan bahwa Turki “tidak akan mengizinkan milisi Kurdi melakukan aktivitas “agresif””.

“Militer kami akan merespons setiap ‘aktivitas’ yang dilakukan milisi Kurdi,” kata Davutoglu.

‘Kutukan’ Suriah

Suriah pun mengutuk serangan Turki dan menyebutnya sebagai “pelanggaran terhadap kedaulatan” Suriah.

Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 250.000 orang.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 250.000 orang.

Negara yang tengah berkonflik ini juga telah meminta Perserikatan Bangsa-bangsa untuk mengintervensi.

Namun, pemerintah Suriah juga tidak luput dari kritik Prancis. Rezim Basar al-Assad dan koalisinya diminta untuk menghentikan pengeboman “di seluruh penjuru Suriah”.

Prancis menegaskan yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana menerapkan kesepakatan yang telah dicapai di Munich, Minggu ini, untuk bersama menghadapi ISIS.