Jumlah perempuan pribumi Kanada yang hilang 'meningkat'

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Kanada telah mengonfirmasi bahwa jumlah perempuan pribumi yang hilang atau dibunuh di negara tersebut mungkin lebih tinggi dari yang sebelumnya dikutip.
Para menteri baru-baru ini berdiskusi dengan sejumlah korban perempuan yang selamat di Kanada untuk memulai penyelidikan pemerintah ke dalam masalah tersebut.
Perdana Menteri Justin Trudeau telah berjanji untuk mengatasi masalah ini dalam sebuah kampanye utama.
Menteri Kanada urusan perempuan menunjukkan pada Selasa (16/2) waktu setempat bahwa jumlah akurat perempuan yang hilang dan dibunuh bisa meningkat drastis.
Patty Hajdu mengatakan pemerintah tidak memiliki angka yang akurat, tetapi dia menunjukkan bahwa ada penelitian dari Asosiasi perempuan pribumi Kanada (NWAC) yang mengungkapkan ada sekitar 4.000 perempuan yang hilang atau dibunuh.
Selama ini, jumlah yang seringkali dikutip sebanyak 1.200 orang. Angka tersebut diperoleh dari laporan kepolisian Royal Canadian Mounted tahun 2014 tentang perempuan-perempuan yang hilang selama periode 1980-2012.
"Selama diskusi berlangsung, para menteri telah mendengar dari para peserta bahwa mereka percaya jumlah wanita dan anak perempuan pribumi yang hilang dan dibunuh lebih tinggi dari 1.200 orang," kata Menteri urusan masyarakat adat Carolyn Bennett.

Sumber gambar, AP
Pada bulan Desember 2015, otoritas Kanada mendakwa seorang pria atas kematian seorang gadis pribumi yang kasus pembunuhannya menyebabkan protes di seluruh negara itu.
Raymond Cormier, 53 tahun, didakwa dengan pembunuhan tingkat dua dalam kematian Tina Fontaine, 15 tahun, yang ditemukan tewas pada tahun 2014 di Red River, Kanada.
Sebuah penyelidikan yang dilakukan BBC pada bulan April tahun lalu mengungkapkan, bahwa puluhan perempuan Aborigin menghilang setiap tahun. Banyak dari mereka yang kemudian ditemukan tewas di sungai.
Trudeau berjanji untuk melakukan penyelidikan terhadap sejumlah perempuan pribumi yang hilang dan dibunuh dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah kepala masyarakat adat, First Nations.
Penyelidikan publik ini akan menjadi "prioritas utama" bagi pemerintah Liberal yang baru saja terpilih, katanya.
Trudeau juga berjanji untuk meningkatkan pendanaan untuk pemrograman dan evaluasi undang-undang tentang masyarakat adat.
Menteri Kehakiman Jody-Wilson Raybould, Menteri urusan perempuan Patricia Hajdu dan Bennett melakukan wawancara dengan hampir 2.000 orang untuk mulai membentuk penyelidikan pemerintah - para korban yang selamat, keluarga dan orang-orang tercinta yang selamat.
Tujuan penyelidikan yang dilakukan oleh para menteri ini adalah untuk "membahas penyebab kekerasan terhadap para perempuan adat dan anak perempuan dan mengarah ke rekomendasi untuk tindakan nyata untuk mencegah kekerasan di masa yang akan datang", kata Bennett.
"Terlepas dari jumlah korban, tingkat wanita dan anak perempuan adat yang hilang atau dibunuh adalah tragedi nasional yang berkelanjutan, dan bahwa pemerintah kita berkomitmen untuk segera mengatasinya."









