Cina akan peringatkan Australia terkait Laut Cina Selatan

Sumber gambar, Reuters
Cina mendesak Australia untuk mengambil 'pandangan yang adil' terkait kegiatannya di Laut Cina Selatan, menjelang pertemuan tingkat tinggi kedua negara.
Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan dia akan menanyakan Cina tentang rencana Beijing terkait kepulauan yang dikuasai kembali di perairan sengketa.
Tetapi juru bicara kementerian luar negeri Cina memperingatkan Australia untuk tidak 'merusak perdamaian dan stabilitas kawasan'.
Hubungan perdagangan kedua negara kemungkinan besar akan mendominasi perundingan dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.
Menjelang kedatangannya di Beijing, Bishop mengatakan Australia tidak akan memihak tetapi akan menunggu hasil tuntutan Filipina terhadap pengakuan wilayah Beijing di pengadilan arbitrase Den Haag, Belanda.
Beijing mengatakan kepada Australia untuk 'tidak menghindar secara selektif' dari pandangan bahwa langkah pengadilan melanggar konsensus dan tidak mematuhi hukum internasional.
<link type="page"><caption> Cina menyatakan wilayah luas Laut Cina Selatan sebagai daerahnya,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160216_dunia_cina_rudal_laut_cina_selatan" platform="highweb"/></link> termasuk kepulauan Paracel dan Spratly.
Tindakan Beijing ini bertentangan pengakuan <link type="page"><caption> wilayah Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151230_dunia_indonesia_natuna" platform="highweb"/></link>.









