Bentrokan sengit di Suriah, ribuan pengungsi berkumpul dekat Turki

Waktu membaca: 2 menit

Serangkaian bentrokan sengit berlangsung dekat Kota Aleppo, bagian utara Suriah, manakala pasukan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengepung kubu pemberontak. Akibat pertempuran itu, ribuan pengungsi melarikan diri ke perbatasan Suriah-Turki.

Lembaga Pemantauan Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) mengatakan sekitar 120 orang baik di kubu militer pemerintah maupun pemberontak telah tewas di sekitar Kota Ratyan, sebelah utara Aleppo.

Stasiun televisi nasional Suriah melaporkan bahwa pasukan pro-pemerintah telah merebut Kota Ratyan. Di sisi lain, Hassan Haj Ali selaku ketua kubu pemberontak berkeras bahwa kota itu belum diambil alih militer, meski terdapat pertempuran yang sangat dahsyat.

“Rezim kini mencoba meluaskan wilayah kendali. Saat ini daerah sebelah utara (Aleppo) telah dikepung dan kondisi kemanusiaan amat sulit,” kata Haj Ali sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Ribuan warga sipil berbondong-bondong mengungsi dari kawasan Aleppo ke dekat perbatasan Turki.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ribuan warga sipil berbondong-bondong mengungsi dari kawasan Aleppo ke dekat perbatasan Turki.

Pertempuran tersebut mengakibatkan sedikitnya 20.000 warga sipil melarikan diri. Badan Koordinasi PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan ke-20.000 pengungsi itu telah berkumpul di pos perbatasan Bab al-Salam yang memisahkan Suriah dan Turki.

“Sejumlah organiasi kemanusiaan merespons keperluan mereka yang mengungsi, namun konflik militer yang masih berlangsung membuat akses ke populasi ini semakin sulit,” kata pejabat PBB, Linda Tom, kepada kantor berita AFP.

Menurutnya, ada sekitar 5.000 hingga 10.000 pengungsi lain berkumpul di Azaz, <link type="page"><caption> kota di Suriah yang dekat dengan perbatasan Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160204_dunia_suriah_alepo" platform="highweb"/></link>.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan pemerintah Turki tidak akan membiarkan para pengungsi tanpa makanan dan tempat berlindung. Namun, dia tidak menyebut apakah para pengungsi akan dibolehkan memasuki Turki.

Pertempuran sengit antara militer dan kubu pemberontak terus berlangsung di sekitar Aleppo.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pertempuran sengit antara militer dan kubu pemberontak terus berlangsung di sekitar Aleppo.

Aliran pengungsi diperkirakan bakal bertambah deras seiring dengan pertempuran antara militer Suriah dan pemberontak. Awal pekan ini, pemerintah Suriah mengklaim telah merebut kemenangan besar dengan mengambil alih dua kota di Provinsi Aleppo dari tangan kubu pemerintah.

Hal ini membuat pasokan perbekalan ke Kota Aleppo praktis terputus.

“Sepertinya pengepungan Kota Aleppo akan dimulai,” kata David Evans, juru bicara lembaga kemanusiaan Mercy Corps.

Sebelum perang sipil, Aleppo adalah pusat komersial di Suriah yang menampung lebih dari dua juta jiwa. Sejak 2012, daerah itu terbelah-belah menjadi kawasan yang diduduki militer dan pemberontak.