Korban perang Suriah mendapat bantuan Rp136 triliun

Sumber gambar, PA
Konferensi donor internasional di London untuk membantu korban perang di Suriah berhasil menggalang sekitar Rp136 triliun (US$10 miliar).
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan jumlah itu merupakan yang terbesar yang dihimpun dalam satu hari untuk membantu krisis kemanusiaan.
Sebagian dari dana diharapkan bisa mencegah para warga yang menjadi korban perang untuk melakukan perjalanan yang berbahaya menuju Eropa.
Bagaimanapun Cameron menegaskan pencapaian itu bukan sebagai jalan ke luar atas krisis Suriah karena tetap dibutuhkan transisi politik.
"Namun dengan komitmen hari ini... pesan kita kepada rakyat Suriah dan kawasan jelas, kami berdiri bersama Anda dan akan mendukung Anda sepanjang dibutuhkan."

Sumber gambar, AFP
Para pemimpin Yordania, Libanon, dan Turki juga mengeluarkan tekad untuk menjamin semua pengungsi dan anak-anak yang berada di negara mereka mendapat pendidikan.
Konferensi ini dibayang-bayangi dengan <link type="page"><caption> terhentinya perundingan damai antara pihak-pihak yang bertikai di Suriah yang disponsori PBB di Jenewa, Swiss,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160204_dunia_perundingan_suriah" platform="highweb"/></link> dan semakin meningkatnya perang di lapangan.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, menyebutkan konferensi yang dihadiri oleh 60 negara tesebut sebagai sebuah keberhasilan.
"Tidak pernah komunitas internasional menghimpun uang sebegitu banyak dalam satu hari untuk satu krisis," jelasnya.









