Virus Zika sebagai keadaan darurat kesehatan global

Sumber gambar, EPA
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin sebagai keadaan darurat kesehatan global yang memerlukan tanggapan terpadu.
Para ahli khawatir bahwa virus ini akan menyebar secara cepat dan meluas dengan konsekuensi besar.
Infeksi virus ini dikaitkan dengan gejala microcephaly atau kelahiran bayi dengan ukuran otak yang lebih kecil walaupun belum dipastikan kaitan sebab akibat antara keduanya.
WHO kini menyatakan Zika berada dalam kategori yang sama dengan wabah Ebola, seperti dilaporkan Michelle Roberts, redaktur masalah kesehatan BBC.

Sumber gambar, EPA
Dengan demikian maka penelitian dan bantuan dana akan disalurkan dengan cepat untuk mengatasi virus Zika setelah <link type="page"><caption> ditemukannya sekitar 4.000 kasus <italic>microcephaly</italic> di Brasil sejak Oktober tahun lalu. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160129_dunia_virus_zika" platform="highweb"/></link>
<link type="page"><caption> Usai pertemuan para ahli kesehatan dunia, Senin 1 Februari di Jenewa, Swiss,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160201_dunia_virus_zika_rapat_who" platform="highweb"/></link> Dirjen WHO, Dr Margaret Chan, menyatakan Zika sebagai 'peristiwa yang tidak biasa' yang membutuhkan tanggapan yang terkordinir.
"Saya kini menyatakan bahwa sejumlah microcephaly baru-baru ini dan kelainan neurologis lainnya yang dilaporkan di Amerika Latin menyusul sejumlah kasus serupa di French Polynesia tahun 2104 merupakan keadaan darurat kesehatan umum dengan keprihatinan internasional."
Dr Chan menjelaskan pernyataan keadaan darurat ini diambil -walau masih ada keraguan tentang penyakitnya- karena sudah waktunya untuk bertindak.
WHO sebelumnya mendapat kritik karena dianggap terlalu lambat dalam menetapkan Ebola sebagai keadaan darurat kesehatan.









