Bahas status virus Zika, WHO gelar rapat darurat

Virus Zika dinilai telah bergerak dari ‘ancaman sederhana menjadi ancaman dengan proporsi mengkhawatirkan’.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Virus Zika dinilai telah bergerak dari ‘ancaman sederhana menjadi ancaman dengan proporsi mengkhawatirkan’.

Organisasi Kesehatan Dunia tengah menggelar rapat darurat di Jenewa, Swiss, untuk membahas ‘ledakan’ penyebaran virus Zika. Rapat itu akan menentukan apakah akan ada status darurat global.

Dalam rapat darurat yang digelar di Jenewa, Swiss, para pakar dari pengendalian penyakit, virologi, dan pengembangan vaksin akan memberikan masukan kepada Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Margaret Chan. Perempuan itu lalu akan menentukan apakah status darurat global untuk virus Zika perlu dikeluarkan.

Dengan mengumumkan status virus Zika sebagai ‘darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional’, uang, sumber daya, dan keahlian santifik akan digelontorkan ke Amerika Selatan dan sejumlah laboratorium di seluruh dunia untuk mengatasi virus tersebut.

WHO juga bisa mengeluarkan rekomendasi perjalanan ke negara-negara yang terdampak, melacak <link type="page"><caption> penyebaran virus Zika</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160131_indonesia_zika" platform="highweb"/></link>, cara terbaik merawat pasien yang terpapar, dan upaya pengembangan vaksin.

Virus Zika dikaitkan dengan berbagai penyimpangan bentuk dan fungsi otak ribuan bayi.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Virus Zika dikaitkan dengan berbagai penyimpangan bentuk dan fungsi otak ribuan bayi.

Sebelumnya, Dr Margaret Chan menggambarkan virus Zika telah bergerak dari ‘ancaman sederhana menjadi ancaman dengan proporsi mengkhawatirkan’.

“Kita perlu segera mendapatkan jawaban. Atas berbagai alasan ini, saya memutuskan untuk mengadakan komite darurat,” kata Chan.

Sejak virus Zika dideteksi di Brasil pada Mei 2015, <link type="page"><caption> virus itu telah menyebar ke lebih dari 20 negara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160128_dunia_zika_virus_who" platform="highweb"/></link>. WHO memperkirakan sebanyak empat juta orang amat mungkin terinfeksi virus Zika tahun ini.

Sebagian besar kasus tidak memiliki gejala, namun virus itu dikaitkan dengan berbagai penyimpangan bentuk dan fungsi otak ribuan bayi.