El Salvador gencarkan upaya perangi virus Zika

Petugas penyemprot
Keterangan gambar, Seorang petugas di El Salvador membawa perlengkapan penyemprot gas untuk membasmi nyamuk pembawa virus Zika.
    • Penulis, Katy Watson
    • Peranan, Wartawan BBC, El Salvador

Raungan mesin motobombas atau alat penyemprot asap terdengar di seantero kawasan permukiman Lomas de Versalles di Kota San Salvador, El Salvador.

Berbalut baju pelindung, masker, dan helm, sejumlah pegawai kota memegangi alat itu sembari berjalan menyemprotkan gas pembunuh nyamuk dari rumah ke rumah.

"Beberapa orang menyebutnya virus Ebola baru," ujar Wali Kota San Salvador, Nayib Bukele. "Saya tidak tahu apakah itu adalah virus Ebola yang baru, tapi kami tidak ingin mencari tahu."

Di negeri berpenduduk enam juta orang ini, telah terjadi lebih dari 6.000 kasus yang diduga disebabkan virus Zika sejak akhir November. Bila dihitung mulai awal tahun saja, ada sekitar 2.500 lebih kasus yang diduga telah terungkap.

Para pedagang di pusat pasar kota itu mengambil keuntungan dari keprihatinan yang melanda negara itu. Ada toko yang dipenuhi kelambu berwarna-warni, menjual satu kelambu seharga US$5 atau Rp. 68.250.

Atau Anda bisa membeli raket-kejut listrik warna-warni seharga US$3 atau Rp40.950. Semua perkakas itu dimaksudkan untuk melindungi tubuh dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus Zika.

Ketika sejumlah mobil melewati pusat Kota San Salvador, para pengendara menurunkan jendela mobil mereka dan dengan cepat membelinya.

Dengan sejumlah kasus baru wabah Zika yang terus meningkat - dan menyebar dengan cepat - setiap minggu, pemerintah harus meningkatkan upaya pencegahan.

Kementerian Kesehatan baru-baru ini memperingatkan agar kaum perempuan menunda kehamilan tahun ini dan berikutnya.

"Kami memberikan rekomendasi, itu bukan larangan atau ukuran untuk mengendalikan kelahiran," kata Wakil Menteri Kesehatan, Dr Eduardo Espinoza.

"Anak-anak ini akan membutuhkan bantuan neurologis untuk sisa hidup mereka. Mereka harus mendapatkan dukungan dan mereka akan mengubah dinamika keluarga. Tak seorang pun menginginkan anaknya lahir dengan kekurangan fisik atau mental sehingga kami minta agar mereka memikirkan hal itu," imbuhnya.

Pernyataan itu kontan menuai sejumlah kritik dari kelompok-kelompok feminis.

"Untuk mencegah sejumlah kehamilan dalam situasi yang berisiko, ini bukanlah sebuah pilihan yang buruk tapi itu tidak cukup," kata Morena Herrera, ketua Citizens Grup dari Decriminalization of Abortion. "Kami tidak berpikir itu masuk ke dalam realitas para perempuan di El Salvador."

Salah satu perhatian dia adalah para pria yang ikut andil dalam persoalan itu.

"Para perempuan itu tidak hamil sendiri," katanya. "Akses menuju informasi dan alat-alat kontrasepsi, meskipun tidak ilegal, tidak benar-benar terbuka dan banyak perempuan tidak memiliki informasi yang cukup. Dan ada banyak kehamilan yang disebabkan oleh tindak pemerkosaan. - kehamilan yang harus dipikul oleh para wanita di mana mereka tidak menginginkannya. "

Ibu hamil Zika

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Virus Zika ini telah dikaitkan dengan mikrosefali yang membuat lingkar kepala bayi lebih kecil dari normal. Hal ini dapat menghambat perkembangan otak.

Warga di negara El Salvador merupakan masyarakat yang sangat konservatif. Aborsi atau menggugurkan kehamilan dilarang dalam keadaan apa pun dan pelaku bisa dikurung penjara selama puluhan tahun. Gereja Katolik mengatakan pendekatan pemerintah itu menyesatkan.

"Pemerintah mengingatkan tentang sebuah risiko dan mengusulkan para wanita untuk tidak hamil sehingga mereka tidak mempunyai risiko memiliki anak dengan masalah fisik, namun apakah yang mereka lakukan cukup untuk mengatasi nyamuk pembawa Zika ini?" kata Pastor Luis Ayala dari Gereja Katolik.

"Pemerintah tidak memiliki kapasitas sendiri untuk memerangi masalah ini. Kami harus merancang sebuah kampanye yang melembaga dan kemudian dengan kekuatan kunci dari masyarakat sipil, seperti Gereja Katolik yang bisa memainkan peran kunci melalui paroki, memperingatkan orang-orang untuk tetap mewaspadai genangan air. Saya pikir ini cara kita untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk."

Tapi Pastor Ayala tidak memberikan banyak dukungan untuk para wanita yang tengah hamil dan khawatir tentang dampak potensial dari Zika terhadap bayi yang belum mereka lahirkan.

"Suami atau istri dapat memutuskan untuk tidak hamil karena jika mereka melakukan hal itu dan digigit dan menyadari bahwa mereka mungkin telah merusak janin, mereka harus menghindari tindak kejahatan yang lebih besar, yaitu aborsi."

Perawat dan ibu hamil
Keterangan gambar, Perawat memberikan pengarahan kepada para ibu hamil di rumah sakit, agar tehindar dari nyamuk Zika.

Di Rumah Sakit Nasional Perempuan di San Salvador, sejumlah selebaran dibagikan dan para perawat memberi pengarahan kepada perempuan-perempuan hamil sambil menunggu dokter; mereka memberi saran seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penyimpanan air dan membersihkan bak mandi atau tempat penampungan air secara teratur.

Tapi ada sedikit kepanikan di antara staf medis. Negara ini terbiasa dengan penyebaran virus seperti demam berdarah dan chikungunya yang marak terjadi di beberapa belahan dunia. Saya mendengar salah satu perawat mengatakan kepada para pasien bahwa saat ini Zika adalah virus yang "sedang tren".

Para ibu hamil sangat khawatir.

"Kita harus mengakui bahwa kita adalah negara miskin, dengan sumber daya yang sangat terbatas dan beberapa sumber daya itu tidak dapat memenuhi kalangan yang membutuhkan," kata Guadalupe Arquilla yang tengah hamil 13 minggu dan menunggu giliran konsultasi dengan dokter.

"Lihat saja, tidak ada yang keluar dari ruang konsultasi dengan alat perlindungan? Mana bentuk kepedulian? Mengobrol saja tidak cukup untuk menyingkirkan nyamuk"

Dan itu tidak akan menyingkirkan rasa khawatir. Sejauh ini tidak ada kasus bayi yang lahir dengan kondisi penyusutan otak di El Salvador setelah ibu-ibu mereka terjangkit virus Zika. Tetapi ada sekitar 100 ibu hamil yang tengah di bawah pengawasan. Mereka tidak akan tahu dampak nyata dari virus itu sampai bayi-bayi mereka lahir dalam waktu beberapa bulan.

Penularan virus Zika
Keterangan gambar, Siklus penularan virus Zika.

Virus Zika

  • Ditularkan oleh jenis nyamuk Aedes aegypti, yang juga pembawa virus demam berdarah dan demam kuning.
  • Pertama kali ditemukan di Afrika pada 1940-an, tetapi sekarang sudah menyebar di Amerika Latin.
  • Para ilmuwan mengatakan ada bukti berkembang yang berkaitan dengan penyakit mikrosefali atau penyusutan otak, yang mengarah kepada kondisi bayi yang lahir dengan kepala kecil.
  • Dapat menyebabkan demam dan ruam tetapi kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala-gejala, dan tidak ada obatnya.
  • Satu-satunya cara untuk melawan Zika adalah untuk membersihkan genangan air tempat nyamuk berkembang biak, dan melindungi diri terhadap gigitan nyamuk