Perundingan damai: PBB minta semua pihak utamakan kepentingan Suriah

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura (kanan) memulai perundingan dengan bertemu perwakilan pemerintahan Presiden Bashar al Assad.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura (kanan) memulai perundingan dengan bertemu perwakilan pemerintahan Presiden Bashar al Assad.

Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon, menyerukan semua pihak dalam konflik Suriah untuk menempatkan kepentingan Suriah di atas kepentingan mereka sendiri dalam perundingan damai di Jenewa.

"Anak-anak dan kaum perempuan khususnya telah menanggung beban akibat peperangan ini. Kini saatnya mengakhiri perang sekaligus menyudahi praktek pelanggaran hak asasi manusia lainnya," kata Ban Ki-moon.

Sementara itu, kelompok oposisi Suriah utama telah tiba di Jenewa, Swiss, setelah <link type="page"><caption> sempat mengancam mundur dari perundingan damai</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160130_dunia_suriah_oposisi" platform="highweb"/></link> yang disponsori PBB.

Setibanya di Jenewa, juru bicara Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC), yang didukung oleh Arab Saudi, Salim Muslet mengatakan mereka ingin pemerintah Suriah membebaskan kaum perempuan dan anak-anak dari penjara.

Mereka juga meminta rezim Bashar al Assad menghentikan serangan udara dan mengizinkan bantuan kesehatan dan makanan masuk ke kota-kota yang terkepung.

Ruangan terpisah

"Kami selalu optimis, tetapi masalahnya adalah kita menghadapi kediktatoran yang ada di Suriah. Sungguh, jika dia bersedia memecahkan masalah ini, kita tidak akan melihat pembantaian di Suriah," katanya kepada wartawan.

Setibanya di Jenewa, juru bicara Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC), yang didukung oleh Arab Saudi, Salim Muslet mengatakan mereka ingin pemerintah Suriah membebaskan kaum perempuan dan anak-anak dari penjara.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Setibanya di Jenewa, juru bicara Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC), yang didukung oleh Arab Saudi, Salim Muslet mengatakan mereka ingin pemerintah Suriah membebaskan kaum perempuan dan anak-anak dari penjara.

Rencananya, kelompok oposisi Suriah utama akan bertemu utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, hari Minggu (31/01), untuk menyiapkan materi pembicaraan.

Sebelumnya, Staffan de Mistura telah bertemu delegasi pemerintah Suriah di kota tersebut.

Pihak oposisi Suriah sejauh ini mengatakan pihaknya tidak akan bernegosiasi langsung dengan perwakilan pemerintah Suriah, sebelum aksi kekerasan di negara itu dihentikan.

Perundingan damai di Jenewa yang disponsori oleh PBB dimulai pada Jumat (29/01), ketika utusan khusus PBB bertemu perwakil pemerintahan Presiden Bashar al Assad.

Perundingan ini diperkirakan akan berlangsung enam bulan, di mana para delegasi duduk di ruangan terpisah dan para pejabat PBB pindah dari satu ruang ke ruang lainnya.