Kota utama pemberontak dikuasai kembali oleh pasukan Suriah

salma

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tentara Suriah berdiri di atas kendaraan militer di Salma, Provinsi Latakia pada hari Jumat (22/01).

Pasukan pemerintah Suriah mengatakan mereka telah merenggut kota penting terakhir yang dikuasai para pemberontak di Provinsi Latakia di barat.

TV pemerintah mengatakan Rabia yang dikuasai pemberontak selama empat tahun, diambil alih militer dan kekuatan "pertahanan".

Provinsi tersebut adalah daerah kekuasaan masyarakat Alawite, kelompok asal Presiden Bashar al-Assad.

Pasukan Rusia memainkan peran penting dalam penguasaan kembali Rabia, kata kelompok pengamat yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights.

Pimpinan Syrian Observatory, Rami Abdel Rahman, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan Presiden Assad mengepung kota dari tiga arah dalam waktu 48 jam dengan menguasai sejumlah desa.

Serangan udara Rusia memainkan "peran penting", katanya.

Lewat situs internetnya, kelompok tersebut mengatakan pasukan rezim yang didukung perwira Rusia dan milisi Hisbulah menguasai desa Daroshan dan al-Rawda.

Syrian Observatory menyebutkan terjadinya <link type="page"><caption> bentrokan antara pasukan Suriah dan petempur Front al-Nusra</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160119_indonesia_wni_suriah" platform="highweb"/></link>.

Rabia dikuasai berbagai kelompok berbeda termasuk al-Nusra, yang memiliki hubungan dengan al-Qaida.