Pembicaraan damai Suriah terancam diboikot

Sumber gambar, .
Oposisi Suriah bersikeras tidak akan hadir dalam pembicaraan mengenai solusi politik, yang diumumkan PBB akan digelar mulai Jumat ini.
Pemimpin oposisi mengatakan perwakilan tidak akan pergi ke Jenewa kecuali sejumlah langkah diambil untuk meringankan penderitaan dalam pengepungan dan penembakan.
Tetapi utusan PBB Staffan de Mistura berencana untuk meneruskan dialog 'dekat' tidak langsung dengan pemerintah Suriah.
Lebih dari 250.000 orang tewas dalam waktu lima tahun selama perang di Suriah.
Sebelas juta orang lainnya telah dipaksa mengungsi dari rumah mereka ketika perang antara pasukan Presiden Bashar al-Assad dan pemberontak serta kelompok militan yang menyebut diri Negara Islam ISIS.
Pembicaraan terakhir bertujuan untuk mengakhiri konflik terhenti pada Februari 2014 setelah dua putaran, dan PBB menyalahkan pemerintah karena menolak untuk membahas permintaan oposisi agar Assad turun dari jabatannya.
Walaupun sinyal perubahan dari pihak yang terlibat dalam pembicaraan, meluasnya wilayah kekuasaan ISIS mendorong AS dan Rusia untuk meningkatkan upaya untuk mendesak pihak yang bermusuhan untuk kembali ke meja perundingan.
Assad telah sepakat untuk mengirimkan perwakilan ke Jenewa pada Jumat ini. Tetapi Komite Tinggi Negosiasi yang didukung Arab Saudi, yang dibentuk setelah sebuah konferensi faksi politik dan bersenjata pada bulan lalu, telah mengumumkan delegasinya "pastinya" tidak akan hadir.









