Politisi sayap kanan Jerman: polisi dapat menembak migran ilegal

Sumber gambar, AFP
Gara-gara menyarankan agar polisi diperbolehkan menembak migran yang mencoba memasuki wilayah Jerman secara ilegal, seorang politisi populis sayap kanan Jerman dikecam berbagai pihak.
Frauke Petry, pemimpin partai Alternatif untuk Jerman (AFD), mengatakan kepada surat kabar Mannheimer Morgen bahwa "jika diperlukan" polisi dapat menggunakan senjata api sebagai upaya terakhir.
"Saya tidak ingin (polisi menembak migran) ini, tetapi penggunaan senjata api dapat digunakan sebagai upaya terakhir..."
Komentar pemimpin partai populis sayap kanan ini dikecam oleh para politisi sayap kiri dan kepolisian Jerman.
Seorang anggota senior Partai Sosial Demokrat Jerman mengatakan, politisi pernyataan Frauke Petry itu mengingatkan pernyataan pemimpin Komunis Jerman Timur yang jatuh pada 1989, Erich Honecker, yang membolehkan polisi menembak para pengungsi.
Tidak manusiawi
"Politisi Jerman terakhir yang membolehkan pengungsi ditembak adalah Erich Honecker" - pemimpin Komunis Jerman Timur, kata politisi senior Partai Sosialis Demokrat, Thomas Oppermann.
Dalam keterangannya, Kepolisian Jerman mengatakan tidak ada hukum yang membenarkan tindakan menembak migran.
Kepolisian Jerman juga menyatakan petugas kepolisian tidak akan menembak para migran. Mereka menyebut pernyataan Frauke Petry "tidak manusiawi."
Krisis migran menyebabkan lebih dari 1,1 juta orang -kebanyakan dari Suriah dan Irak- tiba di Jerman pada tahun lalu.
Di tempat terpisah, Sabtu (30/01), Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan sebagian besar migran dari Suriah dan Irak akan dipulangkan setelah kecamuk perang di negaranya berakhir.









