Meningkat, tekanan atas Merkel terkait kebijakan pengungsi

Sumber gambar, Getty
Lebih dari 40 anggota parlemen Jerman dari partai pimpinan Kanselir Angela Merkel mendesaknya untuk mengubah kebijakan 'pintu terbuka' untuk pengungsi.
Kanselir Merkel <link type="page"><caption> -yang terpilih sebagai Tokoh Tahun 2015 versi Majalah Time-</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151209_dunia_merkel" platform="highweb"/></link> mendapat tekanan yang makin besar dari koalisi pemerintah terkait kebijakannya dalam mengatasi krisis pengungsi.
Tekanan politik itu semakin membesar setelah aksi <link type="page"><caption> kekerasan seksual pada malam tahun baru di Cologne yang dilakukan oleh para pria pendatang. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160110_dunia_jerman_serangan" platform="highweb"/></link>
Menteri Perhubungan, Alexander Dobrindt, bahkan sudah meminta dia agar bersiap-siap menutup perbatasan Jerman.

Sumber gambar, EPA
Sementara Menteri Luar Negeri, Frank-Walter Steinmeier, mengatakan bahwa untuk mengurangi arus masuk pengungsi maka diperlukan sebuah pemecahan dalam konflik di Suriah.
Bagaimanapun -seperti dilaporkan wartawan BBC, Jenny Hill, di Berlin- surat yang ditandatangani oleh sekitar 40 anggota parlemen tersebut langsung ditanggapi dengan surat lain yang mendukung kebijakan Kanserlir Merkel tentang pengungsi.
Sepanjang tahun 2015 lalu, Jerman sudah menampung sekitar satu juta pengungsi.
Hari Selasa 19 Januari, sebuah jajak pendapat di Jerman, memperlihatkan dukungan kepada koalisi beraliran konservatif pimpinan Angela Merkel turun 2,5% menjadi 32,5%, yang merupakan terendah sejak pemilihan umum 2013.



























