Angela Merkel: Kuota merupakan 'langkah pertama'

Sumber gambar, AP
Kuota wajib untuk jumlah pendatang yang harus diterima negara anggota Uni Eropa merupakan 'langkah pertama' dalam menangani krisis pendatang.
Hal tersebut diungkapkan Kanselir Jerman, Angela Merkel, di tengah berlanjutnya arus masuk pendatang dan pengungsi, yang mencapai puncaknya akhir pekan lalu.
Merkel mengatakannya bersama Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven, yang sedang berkunjung ke Jerman. Kedua negara sejauh ini paling banyak menampung pendatang dan pengungsi asal Suriah.
Dengan menyebut rencana Komisi Eropa sebagai 'langkah pertama yang penting', dia menambahkan Uni Eropa membutuhkan sistem buka-tutup untuk membagi mereka yang berhak mendapat suaka.

Sumber gambar, Getty
Hari ini, Rabu 8 September, Komisi Eropa akan menetapkan rencana penanganan pendatang, antara lain kuota untuk distribusi sekitar 120.000 pendatang ke negara-negara anggota.
Jerman mengatakan bisa menampug lebih banyak pendatang di masa depan namun ingin beban itu dibagi.
Wakil Kanselir Sigmar Gabriel menyatakan negaranya mampu menampung setidaknya 500.000 pengungsi per tahun selama tahun-tahun mendatang.
Masalah kuota ini diperkirakan akan menimbulkan perbedaan di kalangan Uni Eropa.
Hungaria, Republik Ceko, Polandia, Slowakia dan Rumania sudah mengungkapkan keberatan, walau Polandia belakangan mengatakan bisa menampung lebih dari yang mereka tawarkan sebelumnya, sebanyak 2.000 pendatang,
Sementara Spanyol mengatakan akan menerima jumlah yang ditetapkan oleh Komisi Eropa.









