Polisi dan pendukung anti-migran bentrok di Cologne

Cologne

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pendukung Pegida mengecam kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Polisi anti huru-hara menggunakan water cannon untuk membubarkan protes anti-migran di Kota Cologne, Jerman.

Kelompok sayap-kanan, yang dipimpin oleh gerakan anti-Muslim Pegida, berkumpul setelah gelombang kasus serangan seksual terhadap perempuan terjadi pada malam Tahun Baru.

Bentrokan terjadi setelah digelar demonstrasi yang terdengar mengecam kebijakan Kanselir Angela Merkel terhadap migran.

Merkel telah mengusulkan perubahan aturan sehingga dapat <link type="page"><caption> mempermudah untuk mendeportasi pencari suaka yang melakukan tindak kriminal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160108_dunia_merkel_cologne_deportasi.shtml" platform="highweb"/></link>.

Ratusan polisi diterjunkan di Cologne untuk mengatasi para demonstran yang melemparkan petasan dan botol-botol. Penahanan terhadap sejumlah demonstran pun dilakukan.

Aktivis pro-migran menggelar demonstrasi tandingan secara simultan. Sebelumnya, ratusan aktivis hak perempuan juga melakukan protes di kota itu.

Serangan malam Tahun Baru, diantaranya dilakukan oleh pria berpenampilan Afrika utara dan Arab, yang memicu kritik terhadap kebijakan Merkel.

Tindakan polisi untuk menangani kasus tersebut juga mendapat kritikan tajam.

Para korban menjelaskan kasus serangan seksual dan perampokan itu <link type="page"><caption> hanya mendapatkan sedikit respon dari otoritas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160107_dunia_penyerangan_wanita_jerman.shtml" platform="highweb"/></link> di sekitar stasiun Cologne.

Langkah Merkel, masih membutuhkan persetujuan parlemen. Peter Sutherland, perwakilan khusus PBB untuk Migrasi mengatakan langkah Merkel itu tampak "sangat pantas."