Jerman akan permudah proses deportasi warga negara asing

Pengungsi di Jerman

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pencari suaka dan pengungsi terancam dipulangkan dari Jerman jika melakukan kejahatan.

Pemerintah Jerman mengumumkan rincian lebih lanjut mengenai rencana untuk mengubah peraturan sehingga memudahkan proses deportasi migran yang melakukan tindak kejahatan di negara itu.

Berdasarkan rencana perubahan undang-undang, seorang pencari suaka yang melakukan kejahatan dengan ancaman hukuman setidaknya satu tahun penjara berisiko dipulangkan dari Jerman.

Dalam kasus-kasus lain, termasuk serangan seksual, hukuman percobaan juga dapat digunakan sebagai landasan untuk memulangkan pencari suaka.

Langkah ini ditempuh menyusul serangan massal terhadap perempuan pada malam perayaan Tahun Baru 2016 di Cologne. Pihak berwenang mengatakan hampir seluruh penyerang berlatar belakang pendatang.

Kerusakan di Leipzig

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sejumlah toko di kota Leipzig yang diduga dirusak oleh pemrotes dari PEGIDA mulai diperbaiki.

Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan rencana ini "keras tetapi tepat" sebagai jawaban atas serangan di Cologne.

Sementara itu kepolisian Jerman menangkap lebih dari 200 orang setelah kelompok ekstrem kanan-jauh membakar mobil-mobil, merusak properti di sela-sela protes menentang migran di Leipzig pada Senin malam (11/01).

Pengunjuk rasa dari gerakan anti-Islam PEGIDA menyerukan agar Kanselir Angela Merkel mengundurkan diri terkait dengan membanjirnya migran di Jerman.

<link type="page"><caption> Merkel telah meminta rakyat Jerman untuk menerima pengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151231_dunia_migran_merkel" platform="highweb"/></link>, sebagian besar dari negara-negara yang bergolak seperti Suriah dan Irak.