Taliban 'mengakui' serangan di universitas Pakistan

Waktu membaca: 1 menit

Sebuah kelompok Taliban Pakistan sudah mengeluarkan pengakuan bertanggung jawab dalam serangan di universitas Pakistan yang menewaskan sedikitnya 21 orang tewas dan melukai 50 lainnya.

Hampir tiga jam setelah serangan dimulai, baku tembak berhenti kata polisi, namun <link type="page"><caption> tentara terus menyisir kampus Univrsitas Bacha Khandi Charsadda.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/01/160120_galeri_pakistan" platform="highweb"/></link>

Menurut militer, setidaknya empat di antara yang tewas adalah penyerang -senada dengan pengakuan Taliban bahwa empat penyerang bunuh diri mereka melancarkan serangan.

Kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistani sudah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam percakapan telepon dengan kantor berita AFP.

pakistan attack

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Taliban mengakui serangan itu sebagai pembalasan atas aksi militer Pakistan

Seorang komandannya, mengatakan aksi mereka itu sebagai pembalasan atas serangan tentara terhadap kubu-kubu mereka.

Sebelumnya, tahun 2014 lalu, Taliban membunuh 130 siswa di sebuah sekolah di Peshawar, sekitar 50 km dari Charsadda.

Baku tembak

Serangan Rabu (20/1) ini dilancarkan sekitar pukul 09:30 waktu setempat (11:30 WIB), dan para penyerang dilaporkan memanjat tembok belakang, di lokasi Wisma Tamu universitas itu.

Baku tembak sengit dan ledakan terdengar saat petugas keamanan Pakistan berusaha melumpuhkan penyerang.

"Saya tak tahu apakah itu bom bunuh diri atau granat, tapi saya pribadi mendengar dua ledakan dekat wisma nomor satu," kata seorang saksi kepada Geo TV Pakistan.

pakistan attack
Keterangan gambar, Saat militer dan polisi tiba, sebagian mahasiswa dan staf sudah terbunuh atau terluka.

Mahasiswa, pengajar dan staf lain berlarian mencari perlindungan di toilet-toilet dan berbagai ruangan.

Saat polisi dan tentara tiba, sejumlah mahasiswa dan staf universitas sudah terbunuh dan puluhan terluka.

Sebagian besar orang di dalam kampus sudah dievakuasi dan 19 belas jasad sudah dibawa ke kamar mayat.

Seorang asisten profesor mengatakan kepada BBC, bahwa ia berbalik dari gerbang utama ketika dikabari bahwa kampus sedang diserang.

Sebagian besar mahasiswa dan staf kemungkinan besar masih belum datang saat serangan terjadi, tambahny.