Pemimpin Iran kecam serangan atas kedutaan Saudi di Teheran

Ayatollah Ali Khamenei

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan serangan terhadap kedutaan Saudi di Teheran merugikan Islam dan Iran.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam keras serangan terhadap kantor kedutaan besar Arab Saudi di Teheran, yang dilakukan oleh para pemrotes.

Kantor kedutaan ini dibakar oleh demonstran yang marah menyusul keputusan <link type="page"><caption> Saudi mengeksekusi ulama Syiah, Nimr al-Nimr</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160102_dunia_arabsaudi_eksekusi.shtml" platform="highweb"/></link>.

Ayatollah Ali Khamenei sekarang mengatakan bahwa serangan itu 'sangat buruk' dan merugikan Iran serta agama Islam.

"Sama halnya dengan serangan terhadap kedutaan Inggris, serangan ini bertentengan dengan (nilai-nilai) negara ini dan Islam. Saya tidak suka," kata Ali Khamenei di Teheran, Rabu (20/01).

Tak lama setelah kedutaan Saudi di Teheran dibakar, <link type="page"><caption> pemerintah di Riyadh memutuskan hubungan diplomatik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160103_dunia_saudi_iran_diplomatik" platform="highweb"/></link> dan perdagangan dengan pemerintah di Teheran, membuat hubungan di antara dua kekuatan besar di kawasan langsung memburuk.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, ketika itu mengatakan serangan terhadap kedutaan Saudi dilakukan oleh 'elemen-elemen jahat' yang bertindak tidak sesuai dengan kepentingan Iran.

Rouhani dan sejumlah pejabat Iran mengecam serangan dan penjarahan di kedutaan Saudi dan mendesak kasus ini diproses secepatnya secara hukum.