Turki desak Arab Saudi dan Iran redakan ketegangan

Kurtulmus minta Arab Saudi dan Iran redakan ketegangan.

Sumber gambar, hurriyet.com.tr

Keterangan gambar, Kurtulmus minta Arab Saudi dan Iran redakan ketegangan.

Pemerintah Turki mendesak Arab Saudi dan Iran untuk meredakan ketegangan diplomatik antara kedua negara. Turki mengungkapkan perseteruan Arab Saudi dan Iran hanya akan memperburuk kondisi di kawasan.

Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus mengungkapkan Timur Tengah sudah seperti “tong bubuk mesiu”.

Dia mengkritik serangan terhadap kedutaan Arab Saudi di Iran dan eksekusi mati seorang aktivis Syiah di Arab Saudi, Nimr al-Nimr, yang menyulut konflik.

Penganut Syiah di Turki menentang eksekusi mati Nimr.

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Penganut Syiah di Turki menentang eksekusi mati Nimr.

Arab Saudi telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran dan membatalkan seluruh penerbangan dari dan ke Iran.

Senin (04/01) waktu Arab Saudi, koalisi Arab Saudi pun mulai mengambil langkah diplomatik untuk ‘melawan’ Iran.

Kondisi ini, tidak hanya membuat Turki khawatir, Amerika pun telah meminta kedua negara untuk meredam ketegangan.

Rebutan pengaruh

Arab Saudi dan Iran adalah negara Sunni dan Syiah “paling kuat” di kawasan. Keduanya saling rebutan pengaruh dan mendukung pihak berlawanan dalam konflik di Suriah dan Yaman.

Protes di Iran menentang eksekusi mati Nimr.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Protes di Iran menentang eksekusi mati Nimr.

“Kami ingin kedua negara untuk sesegera mungkin menyudahi ketegangan yang hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah,” ungkap Kurtulmus.

Dia meminta Iran untuk melindungi seluruh misi diplomatik. Selain itu, Turki disebutnya menentang “segala hukuman mati, terutama yang memiliki motivasi politik”.

“Arab Saudi dan Iran adalah teman kami. Kami tidak ingin mereka berseteru karena itu adalah hal yang terakhir diharapkan kawasan ini untuk terjadi”.

Harga minyak dan emas melonjak

Sabtu (02/01), Arab Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr dan 46 orang lainnya, atas dugaan keterlibatan dalam terorisme.

Penganut Syiah di Arab Saudi melakukan protes atas eksekusi mati Nimr.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Penganut Syiah di Arab Saudi melakukan protes atas eksekusi mati Nimr.

Eksekusi tersebut menyulut kemarahan Iran, negara dengan mayoritas penduduk pemeluk Syiah. Protes dan aksi pembakaran pun terjadi di depan kedutaan Arab Saudi di Teheran.

Senin (04/01), juru bicara Gedung Putih meminta kedua negara untuk “menahan diri dan tidak mengobarkan ketegangan yang dipamerkan secara vulgar di wilayah tersebut”.

Namun, menteri luar negeri Iran menuding Saudi “terus mengeluarkan berbagai kebijakan yang meningkatkan ketegangan di kawasan”, dengan memutuskan hubungan diplomatik.

Perseteruan Arab Saudi dan Iran, telah memengaruhi pasar global. Harga minyak dan emas melonjak pada Senin (04/01).