Warga Palestina dilarang ke permukiman Yahudi

Sumber gambar, AFP
Tentara Israel sementara waktu melarang pekerja Palestina memasuki permukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat, menyusul dua penikaman dalam dua hari.
Larangan yang akan dikaji setiap hari itu diperlukan untuk menjaga keamanan, menurut seorang juru bicara militer Israel.
Hari Minggu (17/01), <link type="page"><caption> Dafna Meir, seorang ibu enam anak, tewas ditikam di dalam rumahnya di Otniel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160117_dunia_israel_palestina" platform="highweb"/></link> dan sehari kemudian seorang perempuan hamil menderita cedera karena ditikam.
Seorang pemuda Palestina sudah ditangkap Selasa (19/01) dengan tuduhan membunuh Meir setelah pencarian besar-besaran di perbukitan Hebron.
Sekiatar 500.000 warga Yahudi hidup di sekitar 100 wilayah permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur tahun 1967. Wilayah permukiman itu dianggap melanggar hukum internasional.

Sumber gambar, AFP
Badan yang mengurus masalah sipil Palestina, Cogat, mengatakan sekitar 26.000 warga Palestina yang bekerja di permukiman Yahudi akan terkena dampak larangan tentara Israel.
Warga Palestina memerlukan izin untuk bisa memasuki kawasan industri di permukuman Yahudi.
Bagaimanapun warga Palestina masih bisa memasuki kawasan industri di sekitar 20 permukiman Yahudi, yang menjadi tempat sekitar 1.000 pabrik.
Sejak Oktober tahun lalu, 27 warga Israel tewas karena ditikam, ditembak, ataupun ditabrak dengan mobil oleh warga Palestina atau warga Arab Israel dan 155 orang Palestina <link type="page"><caption> -yang menurut pihak Israel sebagian besar adalah penyerang-</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160108_dunia_penikam_palestina.shtml" platform="highweb"/></link> tewas.









