Serukan pembebasan suami, istri aktivis HAM Arab Saudi ditangkap

Sumber gambar, Getty
Istri aktivis Arab Saudi yang gencar mengkampanyekan penghormatan hak asasi manusia, Waleed Abu al-Khair, telah ditangkap petugas berwenang negara itu, kata para aktivis.
Samar Badawi ditahan karena diduga mengelola akun Twitter untuk menyerukan pembebasan suaminya.
Lembaga Amnesty Internasional menyebut penahanan Samar merupakan "contoh terakhir penghinaan pemerintah Arab Saudi" terhadap hak asasi manusia.
Abu al-Khair dipenjara 15 tahun karena dituduh "melecehkan rezim" pada 2014 lalu. Dia adalah pendiri kelompok monitor hak asasi manusia di Arab Saudi.
Samar Badawi adalah <link type="page"><caption> saudara dari penulis blog Arab Saudi Raif Badawi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/01/150130_arab_saudi_raif_badawi" platform="highweb"/></link>, yang diganjar hukuman cambuk 1.000 kali dan 10 tahun penjara karena dituduh menghina Islam.

Sumber gambar, Getty
Adapun istri Raif Badawi, Ensaf Haidar, juga melaporkan penangkapan Badawi dalam akun tweeter miliknya: "Penting: #Samar_Badawi ditangkap atas tuduhan mengelola akun twitter @WaleedAbulkhair."
'Kemunduran yang mengkhawatirkan'
Samar Badawi ditangkap pada Selasa (12/01) di Jeddah dan dibawah bersama putrinya yang berusia dua tahun ke kantor polisi, demikian Amnesty International AS yang dikutip aktivis setempat.
Setelah diinterogasi, dia dijebloskan ke penjara dan diperkirakan akan dihadirkan di pengadilan sebelum jaksa membacakan dakwaannya pekan ini, lanjut aktivis tersebut.
Pegiat Amnesty International, Philip Luther mengatakan penangkapan Badawi "mempertontonkan sikap ekstrim aparat berwenang yang terus menerus mengganggu dan mengintimidasi pembela hak asasi manusia."
Sejauh ini pejabat Arab Saudi belum memberikan pernyataan terbuka tentang masalah ini.











