Swedia desak Israel diselidiki terkait penembakan warga Palestina

Sumber gambar, AP
Israel mestinya diselidiki untuk mengetahui apakah mereka melakukan pembunuhan sewenang-wenang terhadap warga Palestina, kata Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom.
Tak kurang dari 130 orang Palestina tewas ditembak oleh aparat keamanan Israel dalam beberapa bulan belakangan dan Wallstrom menyerukan penyelidikan menyeluruh agar ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pemerintah Israel.
"Harus ada penyelidikan yang komprehensif atas meninggalnya orang-orang Palestina ini ... agar tindakan Israel bisa dipertanggungjawabkan," kata Wallstrom, hari Selasa (12/01), seperti dikutip kantor berita Swedia, TT.
Banyak di antaranya yang <link type="page"><caption> tewas ketika melancarkan serangan terhadap warga Israel</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160108_dunia_penikam_palestina.shtml" platform="highweb"/></link>, yang sejauh ini memakan korban meninggal 24 orang.
AS dan PBB 'khawatir'
Sisanya tewas saat terlibat bentrok dengan tentara Israel.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia menuduh Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan untuk mengatasi aksi orang-orang Palestina.
Amerika Serikat, Uni Eropa, dan PBB juga mengeluarkan kekhawatiran serupa, dengan mengatakan bahwa Israel harus bijak dan menahan diri meski pada waktu yang sama punya hak untuk membela diri.
Bukan sekali ini Wallstrom mengeluarkan pernyataan yang diperkirakan membuat Israel marah.
Hubungan kedua negara memburuk sejak Swedia mengakui Palestina sebagai negara, tidak lama setelah partai Wallstrom, Demokrat Sosial yang berhaluan kiri tengah, menang dalam pemilihan umum.









