Paus Fransiskus desak Eropa tetap tampung pengungsi

Paus Fransiskus

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Paus Fransiskus menyampaikan desakannya kepada para diplomat dalam pertemuan di Vatikan.

Paus Fransiskus mendesak Eropa untuk terus menyambut para pendatang dan pengungsi walaupun mengandung risiko keamanan dan tantangan lainnya.

Dalam pertemuan dengan para diplomat di Vatikan, Senin 11 Januari, Paus mengungkapkan keyakinan bahwa nilai-nilai kemanusian Eropa akan bisa mengatasi kedatangan budaya dan tradisi yang berbeda.

"Banyak pendatang dari Asia dan Afrika melihat Eropa sebagai sinar dan prinsip, seperti kesamaan hak di depan hukum dan nilai-nilai yang melekat dalam umat manusia," jelasnya.

<link type="page"><caption> Tahun lalu lebih dari satu juta pengungsi memasuki Eropa,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151230_dunia_migran_eropa_laut_2015" platform="highweb"/></link> sebagian besar melarikan diri dari kekerasan di Suriah, Irak, dan negara-negara lainnya.

Pemimpin gereja Katolik ini mengakui bahwa jumlah para pendatang menimbulkan 'masalah yang tidak bisa dihindari' dan 'perubahan dalam struktur sosial dan budaya' negara penampung.

"Sama pentingnya adalah kekhawatiran akan keamanan, yang semakin diperkuat dengan berkembangnya ancaman terorisme internasional."

Krisis pendatang ini -yang terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II- <link type="page"><caption> juga menyebabkan perbedaan pendapat di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150827_dunia_eu_krisis" platform="highweb"/></link> karena sebagian ingin membatasi ketat kedatangan para pengungsi.