Jaket pelampung palsu untuk pengungsi disita polisi Turki

Jaket pelampung

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Banyak pengungsi yang membeli jaket pelampung murah, yang ternyata tidak berfungsi dengan baik.

Pihak berwenang Turki menyita lebih dari 1.000 jaket pelampung palsu yang dibuat untuk para pengungsi yang ingin menyeberang Laut Aegea menuju Yunani.

Gudang kerja yang digerebek polisi itu terletak di kota pelabuhan Izmir.

Jaket pelampung yang disita hanya diisi dengan kotak-kotak kemasan dan bukan dengan bahan yang bisa mengapung.

Empat pekerja ditemukan membuat pelampung palsu, termasuk dua anak perempuan Suriah.

Pekerja dewasa -seperti terlihat dalam rekaman video- mengatakan tidak tahu berapa lama pelampung itu bisa mengapung di dalam air dan mengaku hanya menjahit bahan-bahan yang mereka dapatkan.

Penggerebekan ini hanya sehari setelah <link type="page"><caption> lebih dari 20 jenazah ditemukan di laut maupun di pantai Turki,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160105_dunia_turki_migran" platform="highweb"/></link> Selasa (05/01), dan sebagian besar jenazah mengenakan jaket pelampung.

Perahu pengungsi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Lebih dari 20 jenazah pengungsi ditemukan di pantai Turki dan di lepas pantai, pada Selasa 5 Januari.

Wartawan BBC di Turki, James Reynolds, melaporkan banyak migran yang membeli jaket pelampung murah untuk melakukan perjalanan menyeberangi laut namun jaket-jaket itu tidak bisa menyelamatkan mereka.

Turki -yang menjadi transit para pengungsi untuk mencapai Eropa- saat ini menampung sekitar 2,2 juta pengungsi dari Suriah yang melarikan diri akibat perang saudara.