Jerman larang kembang api dekat tempat migran

Sumber gambar, Reuters
Kota Arnsberg, Jerman, melarang penggunaan kembang api Tahun Baru di sekitar tempat perlindungan migran dan pengungsi, untuk menghindari suara ledakan yang dapat memicu trauma.
Para ahli jiwa mengatakan suara kembang api dapat memicu stres sangat tinggi di antara orang-orang yang melarikan diri dari daerah perang.
Kota di Rhine-Westphalia Utara tersebut juga melarang penjualan barang kepada para penghuni tempat perlindungan.
Di bagian lain negara itu, para migran telah diberitahu tentang kemungkinan adanya kembang api pada malam hari.
Pertunjukan kembang api amatir digemari di Jerman dan roket kecil tangan sering kali ditembakkan di daerah pemukiman.
"Orang-orang yang melarikan diri dari daerah perang mengaitkan ledakan dengan tembakan dan bom, bukannya Tahun Baru," kata Christian Soebbeler, juru bicara kota Arnsberg kepada Deutsche Welle.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan September oleh Badan Psikoterapi Federal Jerman, 40% sampai 50% migran atau pengungsi di Jerman mengalami depresi atau gangguan stres pasca trauma (PTSD).
Dr Joachim Bauer, ahli psikoterapi University Medical Centre di Freiburg, mengatakan kepada Deutsche Welle bahwa bagi penderita PTSD, suara kembang api dapat menimbulkan kekhawatiran, panik dan keterkejutan.









